Bagikan
Mesin jogjig digunakan untuk menggilas barang bukti miras hasil penyitaan yang dilakukan jajaran Polres Wonogiri, saat menggelar Operasi Pekat menjelang bulan suci Ramadan 1439 H. (SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Barang bukti minuman keras (miras) ciu curah sebanyak 1.413 liter dan 247 botol miras aneka merk, Rabu (16/5), dimusnahkan dengan cara digilas memakai mesin jogjig atau stomwals. Upacara pemusnahannya digelar di sisi timur halaman Kantor Bupati Wonogiri. Bersamaan itu Kapolres AKBP Robertho melarang ormas melakukan sweeping.
Mengawali upacara dilakukan penandatanganan berita acara pemusnahan miras. Ikut menandatangani berita acara tersebut  Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Dandim 0728 Letkol (Inf) M Heri Amrulloh, Kajari Wonogiri Dodi beserta jajaran Forkompimda, Ketua MUI Wonogiri KH Abdul Aziz Makhbub atau Gus Aziz, Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Ustadz Soetopo Broto. Hadir pula dalam acara ini, para Kapolsek se Wonogiri, para pemuka agama, para pimpinan dinas dan instansi serta tokoh masyarakat.

Kapolres AKBP Robertho Pardede menerangkan, barang bukti  miras yang dimusnahkan disita dari berbagai lokasi di Kabupaten Wonogiri bersamaan dengan gelar Operasi Pekat  menyongsong bulan suci Ramadan 1439. Bersama itu, polisi juga menangkap 17 orang penjudi, 8 tersangka pencabulan, 12 tersangka penyalahgunaan narkoba dan memberikan pembinaan pada 36 orang pengamen, serta menangkap tersangka pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di 4 tempat.

Gelar operasi Pekat, tandas Kapolres, dilaksanakan dalam upaya menciptakan situasi Kabupaten Wonogiri yang kondusif, utamanya dalam menyongsong bulan suci Ramadan 1439 H dan tahapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Khusus dalam menyongsong bulan Ramadan, Kapolres melarang ormas melakukan sweeping dengan cara bertindak main hakim sendiri.  ‘’Bila menemukan hal-hal yang melanggar atau menyimpang, segera laporkan kepada kami. Jangan ada yang  melakukan sweeping, meskipun dengan dalih untuk langkah menertibkan,’’ tegasnya.

Selama bulan Ramadan, kepada masyarakat diserukan untuk tetap menjaga situasi kondusif. Sesama umat beragama, hendaknya dapat memberikan toleransi untuk tenggang rasa saling menghargai. Terlebih kepada umat Islam yang sedang menjalankan puasa Ramadan. Kepada rumah-rumah hiburan, hendaknya mematuhi aturan dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi bulan Ramadan.

Seruan agar umat beragama saling memberikan toleransi, juga disampaikan oleh Ketua FKUB Kabupaten Wonogiri Ustdaz Soetopo Broto. Semua umat beragama diminta memberikan toleransi untuk  mewujudkan situasi yang kondusif, dan menjaga kerukunan sesama umat.

Pemuka agama KH Nurhadi Safii menambahkan, bersamaan dengan acara pemusnahan barang bukti miras, di Pendapa Kabupaten Wonogiri, sejak Rabu dinihari (16/5), digelar semaan Al Quran dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke 277 Kabupaten Wonogiri. ‘’Rencananya dilaksanakan sampai menjelang salat tarawih perdana. Bersamaan itu, kepada para santri juga dibagikan sarung dan mukena,’’ jelas Nurhadi Safii. (SMNet.Com/bp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here