Bagikan
Kapolsek Kismantoro Iptu Bambang Suripto (kedua dari kiri) menyerahkan bantuan sembako kepada Ny Sami (70) warga miskin yang tinggal di Dusun Klitik, Desa Miri, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)
 

 

WONOGIRI – Pasar murah menyongsong Idul Fitri 1439 H akan digelar di 13 dusun yang banyak memiliki potensi warga miskin. Ketigabelas dusun tersebut berlokasi menyebar di 13 dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Yang dijual dengan harga murah adalah telor dan beras.
Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kapolsek Kismantoro Iptu Bambang Suripto,  memberikan bantuan sembako kepada warga miskin. Yakni kepada Ny Sami (70), warga miskin yang tinggal di Dusun Klitik, Desa Miri, Kecamatan Kismantoro (65 kilometer arah timur Kota Wonogiri). Pemberian bantuan sebanyak dua paket sembako ini disaksikan Kades setempat, Beny Suryanto.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Diperindagkop) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Wonogiri, Guruh Santosa, menyatakan, pemilihan dusun-dusun yang banyak memiliki warga miskin, bertujuan membantu warga tidak mampu. ‘’Supaya mereka tetap bisa  merayakan Idul Fitri sebagaimana yang dilakukan oleh penduduk yang mampu,’’ jelasnya..
Melalui pasar murah ini diharapkan dapat ikut mengendalikan laju inflasi,  dan menjadi sarana untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Biasanya harga kebutuhan pokok naik  menjelang hari raya.

Guruhmenerangkan, penyelenggaraan pasar murah tahun 2018 tidak dibiayai APBD. Pengadaan komoditas beras dan telor, diusahakan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo.
Jumlah telor yang disiapkan untuk dijual di pasar murah sebanyak 3 ton, dan berasnya sebanyak 20 ton. Penjualannya kepada warga dilakukan secara eceran dengan jumlah terbatas, agar dicapai azas pemerataan dan untuk menghindarkan warga mampu main borong. Harga telor ayam per biji Rp 1.300, dan beras per kilogram Rp 6 ribu. Harga beras kualitas medium di pasaran umum Rp 10.500/kg.

Terkait dengan pasar murah ini, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, memberi subsidi Rp 300 untuk penjualan telor per bijinya, , jadi harganya Rp 1.000/biji. Subsidi beras Rp 4.500/kg.

Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) Kabupaten Wonogiri, akan mendukung kegiatan pasar murah dengan menjajakan produk ikan segar. Yakni ikan lele dijual Rp 18 ribu/kg dan ikan nila Rp 26 ribu/kg. Harga di pasaran umum, lele Rp 22 ribu sampai Rp 24 ribu/kg, kemudian ikan nila Rp 30 ribu/kg.

Penjualan ikan lele dan nila hanya dilakukan di sejumlah dusun yang mudah terjangkau  transportasi.. Hal ini supaya kondisi ikan tetap segar.
Guruh Santosa menambahkan, Pemkab Wonogiri membuka lebar-lebar  bila ada lembaga lain nonpemkab peduli menggelar pasar murah. Dari Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri dilaporkan, gelaran pasar murah menyongsong Idul Fitri 1439 H dilakukan Paguyuban Jawa Tengah (PJT) pimpinan Leles Sudarmanto. (SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here