Bagikan
Bupati Wonogiri Joko Sutopo secara simbolis menyerahkan uang baru kepada warga yang melakukan penukaran melalui pelayanan mobil kas keliling perbankan yang digelar di halaman Kantor Bupati Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

 

WONOGIRI – Untuk mencukupi kebutuhan uang baru bagi masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri 1439 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo menyediakan uang baru sebanyak Rp 5 triliun. Jumlah ini terhitung meningkat 9 persen dibandingkan dengan lebaran tahun lalu yang hanya mencapai sebanyak Rp 4,6 triliun.

Demikian ditegaskan Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, Senin (4/6), di pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, terkait dengan pemberian pelayanan penukaran uang baru bagi masyarakat.

Terdapat 111 titik pelayanan penukaran uang baru di Solo Raya, yang dibuka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bersama itu, juga disediakan 6 unit mobil pelayanan kas keliling perbankan, yang disiapkan di halaman Kantor Bupati Wonogiri. Pelayanan melalui mobil kas keliling BI Solo ini disinergikan dengan  kantor-kantor perbankan yang ada di Kabupaten Wonogiri, yang kemudian difasilitasi tempat oleh Pemkab Wonogiri dalam upaya memberikan kemudahan pelayanan penukaran uang bagi masyarakat.  ‘’Terimakasih Bapak Bupati, tempatnya di sini luas dan representatif, sehingga tidak berdesak-desakan seperti di tempat lain,’’ tandas Bandoe Widiarto.

Mengenai masalah inflasi, Bandoe Widiarto menerangkan, Wonogiri merupakan kabupaten yang paling rendah inflasinya di wilayah eks-Karesidenan Surakarta. Pada 2017, angka inflasinya hanya 2,32 persen. Kemudian angka inflasi Year on Year (YoY) Tahun 2018 hanya 2,48 persen. Sementara itu, di beberapa kota/kabupaten lain di luar Wonogiri, laju inflasinya sudah di atas 3 persen. ‘’Angka inflasi di Wonogiri  bahkan lebih rendah dibandingkan dengan angka rata-rata inflasi di Jawa Tengah maupuan nasional,’’ tegasnya..

Mengapa angka inflasi di Wonogiri rendah ? Salah satu penyebabnya, karena Wonogiri mampu memproduksi sendiri sebagian kebutuhan pokok bagi masyarakatnya, seperti beras, telur, daging ayam dan berbagai hasil bumi lainnya. ‘’Selain itu, pola hidup masyarakatnya tidak terlalu konsumtif,’’ jelasnya.  Ketika laju inflasinya terkendali rendah, harga beberapa produk yang biasanya mudah bergejolak di Wonogiri justru tidak terlalu fluktuatif. Beberapa komoditas seperti daging ayam, telur, dan bawang putih tidak terlalu bergejolak.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengemukakan, kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan melonjak hingga 300 persen. Apalagi menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat makin meningkat lagi. ‘’Kami mengakui, budaya mudik masih sangat kuat di Wonogiri, karena banyak warga kami yang merantau keluar daerah, dan merupakan kebanggaan apabila mereka dapat memberi fitrah kepada sanak saudaranya yang berada di desa dengan uang baru. Hal ini menjadi budaya dan seakan menjadi sebuah keharusan dalam mewujudkan rasa syukur pada Allah Swt,’’ kata Bupati yang ikut serta meninjau proses penukaran uang baru di loket mobil pelayanan kas keliling.

Kepada masyarakat yang berdatangan untuk menukarkan uang baru, bupati berpesan agar dapat memanfaatkannya secara bijaksana.  ‘’Jangan sampai larut dalam euforia dengan berbelanja secara berlebihan. Manfaatkan momentum ini, untuk berbagi kesederhanaan. Kita atur manajemen keuangan kita seefisien mungkin,’’ pesan Joko Sutopo. (SMNet.Com/bp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here