Bagikan
Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Dwi Erna Rustanti (kiri) mendampingi Bupati Joko Sutopo (berpeci), ketika melakukan pemeriksaan barisan dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 di alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, ada empat potensi kerawanan dalam perayaaan Idul Fitri 1439 H. Pertama, potensi kerawanan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Kedua, kerawanan keamanan keselamatan dan kelancaran arus mudik serta arus balik. Ketiga, kerawanan bencana alam berikut gangguan kamtibmas. Keempat, ancaman tindak pidana terorisme.

Demikian disampaikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (6/6), ketika tampil menjadi pimpinan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 di alun-alun Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri.

Pada gelar pasukan tersebut bupati membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Acara itu juga dihadiri Wakil Bupati Edy Santosa, Kapolres AKBP Robertho Pardede bersama jajaran Forkompinda, Sekda Wonogiri Suharno, para pimpinan dinas dan instansi terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam apel tersebut, Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti dan Kabag Ops Jaka Wibawa,  menjadi komandan apel dan  perwira apel. Apel diikuti oleh peleton Korps Musik (Korsik) Polres Wonogiri, peleton perwira, para kanit provos, pasukan Dalmas, Reserse, Satlantas dan Intelkam, Dishub, TNI, Banser, RAPI, para relawan siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol-PP dan Pramuka.

Operasi Candi Ketupat Tahun 2018 berlangsung selama 18 hari, mulai  7 sampai dengan 24 Juni 2018. Untuk menyikapi kerawanan stabilitas harga dan ketersediaan pangan, dilakukan dengan mengantisipasi terhadap patktik penimbunan dan kartel, serta perlunya diciptakan kelancaran distribusi.

Tentang kerawanan keamanan keselamatan kelancaran arus mudik dan balik, diantisipasi dengan memaksimalkan fungsi pos pengamanan dan pos pelayanan.

Terkait dengan kerawanan bencana alam dan gangguan kamtibmas, diantisipasi melalui langklah preentif dan preventif dengan menjalin kerjasama pihak terkait. Langkah mengantisipasi kerawanan ancaman tindak pidana terorisme, dilakukan dengan mengupayakan deteksi dini jajaran inteljen, yang diimbangi penegakan hukum secara tegas. Pengamanan tempat ibadah dan markas komando (mako) kepolisian, dilakukan dengan pendampingan personel bersenjata, dan kerjasama dengan TNI beserta stakeholder terkait.

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan dari personel TNI-Polri, Satpol-PP, dan Dishub. Dalam kesempatan, Bupati didampingi Kapolres AKBP Robertho Pardede dan Wakapolres Kompol A Aidil Fitrisyah, melakukan pemeriksaan kesiapan fasilitas motor dan mobil sebagai kelengkapan pendukung operasi. Usai apel diteruskan dengan ploting personel yang bertugas di pos pengamanan dan pos pelayanan.(SMNet.Com/bp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here