Bagikan
Damdim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh dan Kepala SMK Pancasila 1 Wonogiri Joko Prihanto (kedua dan ketiga dari kiri deret depan), bersama jamaah tarling mendengarkan ceramah Ustdaz Harun Mirza tentang menjaga keseimbangan hidup dunia dan akherat.(SMNet.Com/bp)

 

WONOGIRI – Tiga unsur WKT, yakni ‘Waktu, Keadaan dan Tempat’, dapat mendorong doa yang dipanjatkan umat menjadi istijabah. Demikian disampaikan Ustdaz Fauzi Rohman, Kamis petang (7/6), ketika menyampaikan materi kultum menjelang acara berbuka bersama (bukber) tiga pilar yang digelar di  Makodim 0728 Wonogiri.

Fauzi yang juga menjabat sebagai Kasi Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, menerangkan,  roh dari semua amal ibadah adalah doa. Dalam berdoa, manusia sebagai umat sangat bergantung kepada Allah Swt.  Bagaimana doa yang dipanjatkan dapat menjadi istijabah atau mudah dikabulkan Allah? ‘’Ada tiga unsur yang dapat mendorong terkabulnya doa umat, yakni unsur waktu, keadaan dan tempat,’’  jelas Fauzi.

Secara harian, waktu yang istijabah untuk berdoa adalah pada sepertiga sisa malam. Secara mingguan, pada hari Jumat utamanya saat di antara duduk ketika mendengarkan kotbah khotib pada salat Jumat. Secara bulanan, pada waktu menjelang berbuka puasa. ‘’Sayangnya banyak umat ketika menjelang berbuka puasa, malah ramai-ramai memilih ngabuburit,’’ ujarnya.

Unsur keadaan yang istijabah untuk berdoa ini melekat pada diri seseorang yang teraniaya atau terdolimi. Doanya tidak terhalang dan cepat terkabul. ‘’Karena itu, kita jangan sampai menganiaya dan mendolimi seseorang.’’  pesan Fauzi.

Doa yang dipanjatkan oleh ibu memiliki kekuatan tiga kali lipat dari doa yang disampaikan oleh ayah. ‘’Doa pemimpin yang adil juga memiliki kekuatan yang luar biasa.’’ tuturnya sembari menambahkan untuk tempat di tanah suci Mekah.

Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh, menyatakan,  acara bukber ini sekaligus sebagai ajang untuk memperkuat silaturahmi memperkokoh hubungan kelembagaan tiga pilar, yakni jajaran TNI, Polri dan Pemkab, dalam upaya membangun sinergitas kebersamaan, untuk mendukung program ‘sesarengan mbangun’ Wonogiri. Ikut diundang pula para awak media yang bertugas di Wonogiri.

Kepada awak media, Dandim, minta agar yang diberitakan tidak saja peristiwa orang ngendat (gantung diri), tenggelam atau tewas karena kecelakaan. ‘’Tolong berita yang baik-baik tentang pembangunan, juga ikut diberitakan,’’ pintanya.

Hadir pada acara ini, Wakil Bupati Edy Santosa, Kapolres AKBP Robertho Pardede beserta jajaran Forkompinda, para camat, Danramil dan Kapolsek se Wonogiri.

Kamis malam (7/6), Dandim bersama jajaran prajurit dan pimpinan dinas instansi, mengikuti tarawih keliling (taring)  di halaman SMK Pancasila 1 Wonogiri. Tema tarling ini, ‘Menjagakeseimbangan hidup dunia dan akherat’. (SMNet.Com/bp)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here