Bagikan
Petugas Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Magelang Kota memeriksa kendaraan penumpang umum untuk arus mudik dan balik Lebaran 1439 H di Terminal Bus Tidar. SMNet.Com/dh

 

MAGELANG – Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama arus mudik dan balik Lebaran 1439 H, Dinas Perhubungan Kota Magelang melakukan pemeriksaan kelaikan jalan terhadap angkutan umum  di Terminal bus Tidar, Jalan  Soekarno-Hatta, Kota  Magelang, kemarin.

‘’Pemeriksaan  laik jalan  bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk melihat
kondisi angkutan Lebaran,’’ kata  Kabid Lalu lintas dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi, saat melakukan pengecekan armada angkutan penumpang umum di Terminal Bus Tidar Kota Magelang.

Chandra menuturkan, pemeriksaan kelaikan jalan kendaraan  angkutan Lebaran tersebut  untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi calon penumpang  yang akan berpergian.

Menurutnya, pemeriksaan  uji laik jalan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Magelang tersebut  meliputi aspek teknis dan administrasi. Yakni  masa berlaku  uji kendaraan dan kelengkapan tanggap darurat seperti martil pemukul kaca dan pintu darurat.

‘’Selain itu, juga pemeriksaan secara fisik. Antara lain kondisi  mesin, fungsi karet penghapus kaca (wiper), lampu-lampu dan sistem pengereman,’’ tuturnya.

Dia menerangkan, pemeriksaan kendaraan yang melibatkan Satlantas Polres Magelang Kota dan Satuan  Pelaksana Terminal Tidar Kementerian Perhubungan RI  berlangsung sekitar 1,5 jam. Jumlah kendaraan yang diperiksa sebanyak 109 kendaraan terdiri atas 70 angkutan kota,  sembilan armada taksi, 10 angkutan travel,  lima kendaraan pariwisata, empat armada microbus,  empat bus antarkota dalam provinsi ( AKDP) dan tujuh bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

‘’Dari 108 kendaraan yang diperiksa, kami menilang  delapan kendaraan terkait pelanggaran izin trayek dan kelaikan jalan. Sedangkan penilangan yang dilakukan petugas Satlantas sebanyak 10 terkait surat tanda nomor kendaraan ( STNK) dan surat izin mengemudi ( SIM),’’ tuturnya.

Chandra menegaskan, uji kelayakan tersebut  dilakukan untuk memastikan armada tersebut boleh beroperasi apa tidak untuk melayani penumpang selama arus mudik dan balik. Bila dalam pemeriksaan tersebut dinyatakan  tidak laik jalan, maka pihaknya  tidak mengizinkan kendaran tersebut melayani calon penumpang.

Dalam pemeriksaan teknis kendaraan angkutan umum tersebut,  petugas juga melakukan teguran terhadap pengemudi bus  yang kedapatan tidak ada pemukul kaca, dan juga ditemukan adanya baut pengait roda depan yang lepas. Atas temuan tersebut, pihaknya melakukan tindakan teguran agar pengemudi memasang alat pemukul kaca dan memasang baut pengait roda.

(SMNet.Com/dh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here