Bagikan
Ritual piodalan Pura Puncak Jagad Spiritual dilakukan oleh ratusan pemedak, dengan menyertakan sesaji bunga, dupa, sesari, canangsari, banten pejati
WONOGIRI – Piodalan merupakan bagian dari ritual Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya. Secara umum, piodalan atau odalan, merupakan upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran pura (tempat suci) yang menjadi tempat persembahyangan umat Hindu. Piodalan sering disebut pula sebagai hari peringatan ulang tahun pura.
Untuk menentukan hari Odalan ada dua versi, yakni menurut perhitungan Wuku yang dalam siklus setahun dilakukan dua kali, dan berdasarkan perhitungan sasih (bulan) yang membakukan opdalan setahun hanya sekali. Yang versi Wuku, dilakukan pada setiap datang hari Buda (Rabu) Kliwon (Wuku Sinta, Gumbreg, Dangkungan, Pahang, Maktal, Ugu), pada hari Tumpak (Saniscara atau Sabtu) Kliwon (Wuku Landep, Wariga, Kuningan, Krulut, Uye, Wayang).
Berikut hari Buda (Rabu) Wage (Wuku Ukir, Warigadian, Langkir, Merakih, Menail, Kelawu). Selanjutnya hari Anggara Kasih atau Selasa Kliwon (Wuku Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, Prangbakat, Dukut), hari Tumpak (Saniscara) Umanis atau Sabtu Legi (Wuku Tolu, Sungsang, Pujut, Medangkungan, Bala, Watugunung). .
Versi yang mengacu pada sasih atau berdasarkan perhitungan bulan, menentukan piodalan dilakukan sekali dalam setahun. Ritual Piodalan Pura Puncak Jagad Spiritual di puncak bukit Dusun Mudal, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro (50 Kilometer arah barat daya Kota Wonogiri), Rabu (13/6), termasuk jenis piodalan setahun sekali, yang pada piodalan Tahun 2018 tersebut, digelar bertepatan dengan hari Buda (Rabu) Wage, Wuku Langkir, Sasih Kesada, Tahun Saka 1940 Windu Sengara.
Dalam ritual piodalan Pura Puncak Jagad Spiritual, dilakukan sembahyang massal oleh ratusan pemedak (umat) yang dipimpin Mangku I Ketut Suranaga dai Bali. Tampil sebagai pemimpin Pecalang (scurity) dalam pelaksanaan piodalan Pura Puncak tersebut, I Ketut Tawan. ”Saya hadir sebagai Wakil Ketua Koperasi Adil Denpasar Bali, bukan sebagai pemimpin scurity,” jelas I Nyoman Duarta, sembari minta agar pemberitaan yang menyebutkan dirinya dapat diluruskan, agar tidak menyinggung pimpinan scurity-nya.
Pura Puncak Jagad Spiritual, dibangun oleh umat Hindu Bali yang tergabung dalam Koperasi Adil pimpinan I Gde Dewa Nuaba. Pembangunan pura dilakukan atas permintaan Pemkab Wonogiri di era kepemimpinan Bupati Begug Poernomosidi. Ini dalam upaya mendukung program pembangun tempat wisata religi di wilayah perbukitan Mudal di kawasan Gunung Seribu.
Dalam ritual piodalan Pura Puncak Jagad Spiritual tersebut, hadir pula umt Hindu Wonogiri pimpinan Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Wonogiri, I Gde Putu Dewa Brata, bersama Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri, Slamet Dwiyono, yang juga tokoh pemuka Agama Hindu di Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here