Bagikan
Setelah turun dari langit, Bupati Wonogiri Joko Sutopo naik ke panggung untuk membuka secara resmi acara kupatan Gebyar Wisata Lebaran Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Kupat selongsong yang berisi kupon berhadiah yang disusun menggunung ini, kemudian disebarkan ke massa pengunjung.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Event Gebyar Kupatan di obyek wisata tirta Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Minggu (24/6), digelar secara spektakuler. Bupati Wonogiri Joko Sutopo, mengawali acara pembukaannya dengan lebih dulu melakukan atraksi terbang menggunakan fasilitas paralayang.
Melalui terbang tandem, Bupati Joko ‘Jekek’ Sutopo, mengawalinya dengan ‘take off’ (lepas landas) dari puncak Bukit Joglo deret pegunungan seribu, dan kemudian melayang di langit sebelum kemudian ‘landing’ (mendarat) di Pantai Sendang Asri, area pendaratan di bibir barat perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri,

Selanjutnya, dengan didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Wonogiri, Sentot Sujarwoko, dan Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Obyek Wisata Gajahmungkur, Pardianto, Bupati berjalan kaki naik ke panggung, untuk membuka resmi acara kupatan Bakda Syawal 1439 H. Dengan didampingi para duta wisata Wonogiri Tahun 2017, Bupati berkenan menyebarkan kupat ke massa pengunjung.

”Kupat yang disebarkan berupa selongsong yang di dalamnya diisi dengan kupon-kupon berhadiah,” tutur Pardianto. Aneka hadiahnya berupa sejumlah barang elektronik peralatan rumah tangga, voucher belanja, dan kesempatan makan gratis di warung, atau kupon gratis untuk naik perahu, naik minirel dan menggunakan fasilitas permainan lainnya yang ada di obyek Wisata Gajahmungkur.

Usai acara penyebaran kupat berhadiah, massa pengunjung ganti menyerbu hidangan kuliner menu kupat lauk opor ayam dan sambal goreng, yang disediakan secara cuma-cuma di sisi tenggara panggung. ”Tidak usah berebutan, dijamin semua akan mendapatkannya,” seru Pardianto sembari menuturkan panitia menyediakan 750 porsi kepada massa pelancong.

Secara spontan, Bupati memanggil anak yatim piatu yang ikut berjejal di kerumunan massa. Ada sepuluh anak yatim piatu diajak naik ke atas panggung, untuk kemudian dijanjikan akan diberikan hadiah sepatu dan tas sebagai kelengkapan bersekolah. ”Adakah anak yatim piatu yang ikut hadir di sini ?,” tanya Bupati melalui mesin pelantang suara. Mendengar pertanyaan orang nomor satu di Wonogiri tersebut, sejumlah anak yang tidak lagi memiliki ibu dan bapak, mengacungkan tangannya dan diminta naik ke atas panggung.

Kepada massa pengunjung, Bupati Joko Sutopo, minta agar di Bulan Syawal ini, marilah kita saling maaf-memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan, baik yang disengaja maupun yang tidak. Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada massa pelancong, yang setia berdarmawisata ke obyek wisata Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Untuk menghibur pengunjung, disajikan hiburan Orkes Melayu (OM) Maespati yang mendendangkan aneka lagu dangdut kesukaan masyarakat. Di dekat dermaga perahu wisata, juga disajikan musik angklung dari group Kelana Jaya asal Desa Bojongan, Purwokerto, Banyumas, yang menyuguhkan aneka tembang.

Mewakili Kapolres Wonogiri, Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti, tampil ke atas panggung untuk menyampaikan imbauan agar para pengunung berhati-hati dalam menjaga keselamatan diri bersama anggota keluarganya. Kepada para pemakai kendaraan, diserukan untuk senantiasa mengedepankan upaya guna mewujudkan Keamanan Keselamatan Ketertiban Kelancaran Berlalulintas (Kamseltibcarlantas).(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here