Bagikan
Tim gabungan yang di dalamnya melibatkan para personel Satpol-PP, KPU dan Panwas, melakukan pencopotan paksa pada sejumlah APK Pilgub, terkait dengan diberlakukannya hari tenang menjelang hari H pencoblosan.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Diindikasikan larangan melakukan kampanye di hari tenang, dilanggar oleh pengguna media sosial (Medos). Upaya mengarahkan, mengajak, serta membujuk calon pemilih, untuk mencoblos pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 tertentu, masih ditemukan di sejumlah akun facebook (FB).

Menyikapi indikasi adanya pelanggaran larangan kampanye di hari tenang tersebut, Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub, Senin (25/6), menyerukan, kepada semua pihak hendaknya mentaati aturan tentang larangan melakukan kampanye di hari tenang. Hanya saja, tambah Ali Mahbub, untuk akun medos yang tidak didaftarkan ke KPU, Panwas tidak punya kewenangan menindak.

Sementara itu, razia pencopotan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgub 2018 di Kabupaten Wonogiri, gencar dilakukan oleh tim gabungan, yang di dalamnya melibatkan para personel Satpol-PP, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Panwas, yang dikawal oleh aparat keamanan dari kepolisian. Langkah penertiban, dilakukan mulai Minggu dinihari (24/6), menyasar ke semua ruas jalan dan lokasi-lokasi strategis yang selama ini dipilih untuk pemasangan APK.

Kepada wartawan, Kepala Satpol-PP Wonogiri, Waluyo, menyatakan, telah diterjunkan sebanyak tiga tim gabungan, untuk melakukan pencopotan paksa semua APK Pilgub Jateng 2018. Perinciannya, tim satu menyasar ke arah selatan, tim dua beroperasi di wilayah tengah, dan tim tiga membersihkan di wilayah timur. ”Jumlahnya banyak, ini masih belum kami rekap,” tegasnya.
Waluyo yang ikut terjun langsung, menyatakan, salah satu tim yang melakukan penertiban di wilayah Kota Wonogiri, langsung menurunkan 10 baliho APK berukuran besar dan tiga baliho berukuran sedang. Bersamaan itu, tim gabungan juga melakukan penertiban pada sejumlah baliho lain, yang kemunculannya ilegal atau tidak resmi.

“Untuk spanduk dan jenis lain APK Pilgub yang terpasang di desa-desa, itu ditertibkan bersama personel PPK. Kalau PPK merasa kesulitan, akan kami backup dari Satpol-PP,” tegas Waluyo sembari menambahkan kalau upaya penertiban APK di hari tenang dilanjutkan Senin (25/6) hari ini.
Terkait langkah penertiban APK di hari tenang, Ketua Panwas Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub, memberikan penegasan, kiat pembersihan APK Pilgub itu sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor: 4 Tahun 2017 Pasal 31, yang menyebutkan bahwa APK harus bersih tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan serta penghitungan suara. Mangacu aturan yuridis tersebut, semua APK Pilgub dipastikan sudah harus bersih. Baik itu APK dalam bentuk baliho, umbul-umbul dan spanduk yang dipasang oleh KPU, maupun yang dipasang secara mandiri oleh tim sukses Paslon. Termasuk APK yang dipasang di posko-posko pemenangan Paslon, dan di area lain yang bersifat privasi sekalipun, semuanya harus dibersihkan.
Anggota Panwas Kabupaten Wonogiri, Joko Kiswanto, menambahkan, menyongsong pelaksanaan pencoblosan Pilgub Jateng 2018, institusi Panwas Wonogiri telah melantik sebanyak 2.033 orang pengawas yang akan melakukan tugas pengawasan di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 294 desa/kelurahan di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri. Bersamaan itu, juga melakukan pemetaan daerah rawan pemilihan, dan peningkatan pengawasan terhadap kemunculan praktik politik uang, pencermatan terhadap akurasi data pemilih, pengguna hak pilih, serta netralitas penyelenggara.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here