Bagikan
Ketua Panwaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub (kiri), menyerahkan laporan tentang pelimpahan berkas hasil pemeriksaan dugaan kasus politik uang yang dilakukan pada hari tenang agenda pelaksanaan Pilgub Jateng 2018, di Dusun Jarum, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Wonogiri, Sabtu (30/6), menyerahkan kasus dugaan ‘money politics’ Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, ke Polres Wonogiri untuk penanganan lebih lanjut. Karena unsur yang disangkakan terpenuhi lengkap dengan saksi dan alat bukti.
Demikian ditegaskan Ketua Panwaslu Kabupaten Ali Mahbub, berkaitan dengan tindak lanjut penanganan dugaan kasus politik uang yang belakangan ini ditangani secara serius oleh jajaran Panwaslu bersama Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Wonogiri. Yang di dalamnya, melibatkan personel Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) dan penyidik dari Polres Wonogiri.
Kata Ali Mahbub, laporan ke Polres Wonogiri disampaikan melalui surat tertulis bernomor: 01/LP/PG/KAB/14.34/VI/2018. Penyerahannya, didampingi oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng, Sri Sumanta. Laporan disampaikan, setelah melakukan serangkaian klarifiksi, kajian laporan, dan pembahasan yuridis melalui rapat pleno bersama Gakumdu.
Rapat pleno Panwaslu bersama Gakumdu Wonogiri, akhirnya memutuskan perlunya meningkatkan status penyikapan laporan dugaan kasus money politics Pilgub 2018 di Dusun Jarum, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, bisa ditindaklanjuti ke penyidikan.  ”Apalagi dalam hal ini, telah cukup bukti dan saksi,” tegas Ali Mahbub. Sebelumnya, Tim Gabungan Panwaslu bersama Gakumdu Kabupaten Wonogiri, telah memeriksa lebih dari 20 orang saksi.
Dalam hal ini, sebagai terlapor adalah Riyadi Isbani (50) dan AH Faiq Alfatoni (65), warga Dusun Pundungan RT1/RW1 Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Kasus ini dilaporkan oleh Riyadi, setelah memperoleh temuan adanya dugaan praktik kasus politik uang dan pembagian kaos bergambar Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fausyiah.
Diperoleh keterangan dari saksi, uang ‘money politics’ dan kaos yang dijadikan alat bukti, itu diperoleh dari Anding Sukiman. Yakni warga asal Lingkungan Jetis, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, yang dikenal sebagai mantan Ketua DPC PPP dan mantan Anggota DPRD Wonogiri.
Ketika diklarifikasi wartawan, Anding Sukiman, membantah memberikan uang ‘money politics’ yang dibagi-bagikan kepada warga di Dusun Jarum, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Dia menyebut, itu uang zakat maal untuk puluhan warga lanjut usia (lansia) dan penduduk kurang mampu, bukan sebagai politik uang. Menurut Anding Sukiman, uang itu berasal dari pengusaha sukses bernama Hartiyoso, yang punya komitmen peduli membantu warga kurangmampu di Wonogiri. ”Tidak ada kaitannya dengan Pilgub Jateng,” tegas Anding Sukiman.
Terkait ini, Panwaslu Kabupaten Wonogiri mengamankan barang bukti 10 kaos bergambar Paslon Pilgub Jateng nomor urut 2, berikut uang yang diwadah dalam 30 amplop, masing-masing berisi lembaran Rp 50 ribuan. Pasal yang disangkakan, yakni tentang kampanye diluar jadwal, yang ancaman pidananya paling lama tiga bulan penjaradan denda paling banyak Rp 1 Juta. Berikut Pasal 187 a tentang ‘money politics’ dengan ancaman pidana kurungan paling lama 72 bulan dan denda paling banyak Rp 1 Miliar.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here