Bagikan
Ketua dan Anggota Panwaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub dan Isnawati, menunjukkan alat bukti berupa uang bersama amplop yang digunakan dalam praktik 'money politics,' dan kaos bergambar Paslon nomor urut 2 Pilgub Jateng 2018.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Kecuali alat bukti uang yang digunakan praktik ‘money poltics’, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Wonogiri, juga mengamankan alat bukti berupa kaos bergambar Pasangan Calon (Paslon) Nomor 2 Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.
Meski demikian, Tim Gabungan Panwaslu dan Gakumdu belum berhasil memeriksa Anding Sukiman. ”Dipanggil dua kali untuk kepentingan klarifikasi, yang bersangkutan belum juga mau hadir,” tegas Ketua Panwaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub, sembari meminta agar ada koreksi berita yang menyangkut Anding Sukiman. Jadi, tandas Ali Mahbub, kami belum memperoleh keterangan apa pun dari dia.
Tapi dari keterangan saksi, uang ‘money pilitics’ dan kaos yang dijadikan alat bukti, itu diperoleh dari Anding Sukiman. Yakni warga asal Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, yang dikenal sebagai mantan Ketua DPC PPP dan mantan Anggota DPRD Wonogiri.
Saat dikonformasi wartawan, Anding Sukiman, membantah memberikan uang ‘money politics’ yang dibagi-bagikan kepada warga di Dusun Jarum, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Dia menyebut, itu uang zakat maal untuk puluhan warga lanjut usia (lansia) dan penduduk kurang mampu, bukan sebagai politik uang. Menurut Anding Sukiman, uang itu berasal dari pengusaha sukses bernama Hartiyoso, yang punya komitmen peduli membantu warga kurangmampu di Wonogiri. ”Tidak ada kaitannya dengan Pilgub Jateng,” tegas Anding Sukiman.
Meski belum dilengkapi dengan berkas pemeriksaan hasil klarifikasi dari Anding Sukiman, pihak Panwaslu Kabupaten Wonogiri, Sabtu (30/6), telah menyerahkan kasus dugaan ‘money politics’ Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, ke Polres Wonogiri untuk penanganan lebih lanjut. Karena unsur yang disangkakan telah terpenuhi lengkap dengan saksi dan alat bukti.
Pelimpahan berkas kasus dugaan politik uang ke Polres, merupakan tindak lanjut langkah Panwaslu Kabupaten Wonogiri, setelah beberapa hari terakhir ini serius melakukan penanganan bersama Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Wonogiri, yang di dalamnya melibatkan personel Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) dan penyidik dari Polres Wonogiri.
Pelimpahan laporan ke Polres Wonogiri, disampaikan melalui surat tertulis bernomor: 01/LP/PG/KAB/14.34/VI/2018. Penyerahannya, didampingi oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng, Sri Sumanta. Laporan disampaikan, setelah melakukan serangkaian klarifiksi, kajian laporan, dan pembahasan yuridis melalui rapat pleno bersama Gakumdu.
Dalam kasus ini, sebagai terlapor adalah Riyadi Isbani (50) dan AH Faiq Alfatoni (65), warga Dusun Pundungan RT1/RW1 Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Kasus ini dilaporkan oleh Riyadi, setelah memperoleh temuan adanya dugaan praktik kasus politik uang dan pembagian kaos bergambar Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fausyiah.
Diperoleh keterangan dari saksi, uang ‘money pilitics’ dan kaos yang dijadikan alat bukti, itu diperoleh dari Anding Sukiman. Yakni warga asal Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, yang dikenal sebagai mantan Ketua DPC PPP dan mantan Anggota DPRD Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here