Bagikan
Bersamaan dengan penangkapan tersangka Curanmor, Sutrisno, polisi juga mengamankan alat bukti berupa sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX milik Warseno, yang dicuri tersangka saat sepeda motor tersebut ditinggal bertugas menjaga mesin pelantang suara di rumah orang hajatan.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Tersangka pelaku pencuri sepeda motor, Sutrisno (39), ditangkap oleh tim Opsnal Polres Wonogiri bersama personel dari Unit Reskrim Polsek Sidoharjo. Penangkapan dilakukan, setelah lebih dulu dilaksanakan pengintaian selama tiga hari. Hal ini terkait dengan keberadaan tersangka yang memiliki dua alamat tempat tinggal.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dan Kasat Reskrim AKP Muhamad Kariri melalui Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto, Jumat (6/7), menyatakan, penangkapan tersangka dilakukan setelah polisi menerima laporan kehilangan sepeda motor di Lingkungan Keron, Kelurahan dan Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Sepeda motor yang hilang, Yamaha Jupiter MX berplat nomor AD 3770 ZR, milik Warseno (42) warga Dusun Nglaban, Desa dan Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ini, terjadi Selasa dinihari (3/7) lalu. Kejadiannya berlangsung tatkala Warseno bertugas menjaga mesin pelantang suara di rumah orang hajatan, yakni di rumah Nyaman di Lingkungan Keron Kidul RT 1/RW 4, Kelurahan dan Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Menyikapi laporan kasus Curanmor tersebut, personel dari Unit Reskrim Polsek Sidoharjo menjalin koordinasi dengan Tim Opsnal Reskrim Polres Wonogiri, untuk melakukan penyelidikan dan pelacakan. Belakangan berhasil menangkap tersangka pelakunya, Sutrisno (42), yang memiliki dua alamat tempat tinggal. Yakni di Dusun Nglaban Desa dan Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dan di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri.
Untuk penanganan lebih lanjut, tersangka kini ditahan di Mapolres Wonogiri guna menjalani pemeriksaan. Bersama itu, polisi mengamankan barang bukti sepeda motor Yamaha Jupiter MX hasil curian dan kunci kontak duplikat yang dipakai sebagai alat mencuri. Kepadanya dijerat dengan pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya pidana penjara 7 tahun.
Sementara itu, dari Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, dilaporkan ada kasus orang tewas bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon durian. Kapolsek Puhpelem Iptu Sukarjo, melaporkan, korban dikenal bernama Martono (60) penduduk Dusun Pogog RT 3/RW 7, Desa Tengger, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. Pemicu mengapa korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, masih diselidiki oleh petugas. Diduga dia putus asa karena dililit masalah yang tidak pernah diungkapkan kepada orang lain. Hal ini diketahui karena sejak beberapa waktu belakangan ini, dia suka menyendiri dan muram wajahnya sebagai pertanda dilanda kesedihan.
Warga yang pertamkali menemukan korban gantung diri adalah Ny Jiyem (40) yang masih terhitung famili Martono. Awalnya dikira orang kencing di bawah pohon durian, ternyata setelah didekati Martono gantung diri memakai tali senar.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here