Bagikan
Pembuatan ektrak daun Belimbing Wuluhg

SUKOHARJO-Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum (FKU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan ramuan anti nyamuk Aedes Aegypti, penyebab penyakit demam berdarah. Ramuan tersebut berasal dari ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L), yang jauh lebih aman bila dibandingkan bahan kimia.

Mereka mendapatkan ide membuat lavarsida, namun lavarsida yang ramah lingkungan. Para mahasiswa tersebut terdiri dari : Muhammad Adrian Syah Putra (sekaligus Ketua Tim), Muhamad Irfan Hidayatullah dan Sella Felina. Mereka dibimbing dr Rochmadina Suci Bestari MSc.

“Sebagai negara tropis, ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih tinggi. Hal itulah yang membuat prihatin dan mendorong kami untuk menciptakan pencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah ke tubuh warga dengan bentuk yang aman bagi lingkungan,” ujar Muhammad Adrian Syah Putra, Ketua Tim Penelitian, Senin (9/7/2018).

Mereka mengajukan proposal penelitian kepada kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi. “Proposal yang kami ajukan diterima oleh kementerian,” tambahnya.

Kunci strategi pengendalian vektor nyamuk yaitu dengan pemberantasan larva pada tempat-tempat bertelur. Cara yang paling umum digunakan oleh masyarakat adalah dengan menggunakan Larvasida kimiawi. Namun, efek samping yang diakibatkan oleh penggunaan larvasida kimiawi tersebut seperti tidak terdegradasi, pencemaran lingkungan, bersifat toksik terhadap populasi non target dan berkembangnya resistensi nyamuk.

Sedangkan, ekstrak daun belimbing wuluh mengandung flavonoid, saponin dan tannin yang lebih ramah lingkungan. Di dalam daun belimbing wuluh selain tanin juga mengandung peroksidase, kalsium oksalat dan kalium sitrat. Tanin  menghalangi serangga dalam mencerna makanan dan juga menyebabkan gangguan penyerapan air pada organisme, sehingga dapat mematikan organisme.Saponin berperan dalam menurunkan intake makanan pada serangga, menghambat perkembangan, menggangu pertumbuhan dan menghambat reproduksi serangga. Alkaloid dan  flavonoid berperan sebagai senyawa pertahanan tumbuhan dengan menghambat makan serangga dan juga bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektifitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L) sebagai alternatife  bahan alami dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti.

Metode penelitian
Dipenelitian kali ini memakai Larva Aedes Aegypti Instar 3 Yang berjumlah 700 ekor dengan 28 botol yang telah dikumpulkan setiap botol nya diisi 25 ekor larva Kontrol negatif (diberikan Aquadest), kontrol positif (diberikan abate 1 gr dalam 100 ml air), perlakuan 1 ( konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 1%: 1 ml ekstrak ditambah  99ml air), perlakuan 2 (konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 1,5%: 1,5 ml ekstrak ditambah  98,5 ml air), perlakuan 3 (konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 2%: 2 ml ekstrak ditambah  98 ml air). Perlakuan 4 (konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 2,5%: 2,5 ml ekstrak ditambah  97,5ml air).Perlakuan 5 (konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 3%: 3 ml ekstrak ditambah  97 ml air) berlangsung selama 1 hari dengan 4 pengulangan dan waktu selama 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa ekstrak daun Belimbing wulu  memiliki potensi sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti.(san)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here