Bagikan
Tim gabungan terdiri atas personel Polsek dan Koramil bersama Petugas Sosial Kecamatan (PSK) dan tenaga medis dari Puskesmas Wuryantoro, Wonogiri, melakukan pengamanan terhadap pria eksibisionisme Rohmat, untuk diangkut dengan mobil ambulance ke rumah sakit.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Rohmat (43), warga Dusun Mundu, Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, terpaksa diamankan petugas untuk dikirim ke Rumah Sakit. Ini terkait dengan perilakunya, yang suka mempertontonkan alat kelaminnya di tempat umum. Termasuk ketika berjumpa dengan wanita muda berparas ayu.
Tindakan aneh pria yang diduga pengidap gangguan jiwa jenis eksibisionisme ini, dirasa telah meresahkan warga masyarakat. Terlebih lagi, hobi untuk memamerkan alat vitalnya tersebut, dia lakukan tanpa mengenal waktu dan tempat, termasuk di tepian jalan dan di tempat umum, di mana banyak warga yang lewat atau berkerumun. Karena meresahkan warga, utamanya kaum wanita, kasus ini segera dilaporkan ke pamong desa dan ke Polsek Wuryantoro Polres Wonogiri.
Menyikapi laporan ini, Kapolsek Wuryantoro AKP Mochamad Susilo membentuk tim gabungan yang terdiri atas Aiptu Margono dengan melibatkan pula personel Koramil Serda Rukimin, untuk bersama Petugas Sosial Kecamatan (PSK) dan petugas medis dari Puskesmas setempat, bergerak mengamankan Rohmat. Untuk kemudian, dia dikirim ke RSUD Wonogiri, guna mendapatkan pelayanan pengobatan, melalui fasilitas pelayanan pengobatan orang gila program dari Pemkab Wonogiri.
Kapolres Wonogiri Robertho Pardede dan Kapolsek Wuryantoro AKP Mochamad Susilo melalui Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto, menjelaskan, untuk meredam keresahan warga masyarakat, Rohmat dikirim ke RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Harapannya, dapat memperoleh pengobatan penyembuhan. Bila RSUD tidak mampu menanganinya, Rohmat akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mangunjiwan di Surakarta.
Perilaku Rohmat yang tidak normal tersebut, diduga karena yang bersangkutan menderita gangguan jiwa jenis eksibisionisme, yakni tindakan suka memamerkan alat vitalnya kepada orang lain, tanpa memandang tempat dan situasi. Pada umumnya, orang penderita kelainan jiwa sebagai eksibisonisme, merasa puas manakala dapat mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang lain. Walau orang lain yang melihatnya, sama sekali tidak tertarik untuk mengamatinya. Tanpa dia sadari, perilakunya yang langka oleh ketidaknormalannya tersebut, telah meresahkan warga masyarakat.
Ditinjau dari aspek yuridis, yakni Undang-Undang (UU) Pornografi, setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar.
Paur Subag Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarosno, menambahkan, persoalannya apakah Rohmat dapat dijerat dengan UU Pornografi, mengingat yang bersangkutan mengidap gangguan jiwa ? H
akimlah yang berkuasa memutuskan tentang dapat tidaknya yang bersangkutan dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya itu, dengan meminta nasehat dari dokter ahli penyakit jiwa. Sebab, ada alasan pemaaf sebagai penghapusan kesalahan dari yang bersangkutan atas suatu tindak pidana, manakala tidak waras atau gila, sehingga tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini sebagaimana yang tertulis dalam Pasal 44 KUHP.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here