Bagikan
Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron (kanan) menerima pengurus parpol di kantornya, (SMNet.Com/dok)

 

MAGELANG– Hingga batas akhir pendaftaran  17 Juli 2018, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Magelang tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) nya ke KPU setempat. Sampai ditutup tercatat 15 partai politik yang mendaftarkan bacaleg untuk berlaga  dalam Pileg 2019.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron mengatakan, 15 parpol itu mendaftarkan 248 bacaleg. Sebanyak 116 orang di antaranya adalah perempuan. Angka keterwakilan perempuan mencapai 46,77 persen dinilai cukup tinggi.

Basmar mengatakan, pihaknya tidak mengetahui persis alasan PKPI tidak mendaftarkan bacalegnya. Padahal sejak jauh hari pihaknya sudah menyampaikan ke semua parpol terkait pendaftaran bacaleg tersebut.

‘’Kami juga sudah surati masing-masing parpol, termasuk PKPI. Namun, hanya PKPI yang tidak merespon. Sampai batas akhir pendaftaran, para pengurus parpol itu tetap tidak mendaftarkan bacalegnya,’’ ujarnya di kantornya, kemarin.

Meski begitu, lanjutnya, PKPI tetap bisa mengikuti perhelatan pesta demokrasi pada tahun 2019 di Kota Magelang. ‘’Pada pileg nanti hanya ada gambar partainya saja, karena partai tersebut telah terverifikasi,’’ tuturnya.

Dia menuturkan, KPU saat ini tengah memverifikasi berkas para bakal calon yang telah mendaftar. Bagi bakal calon yang kelengkapan administrasinya kurang akan diumumkan dan bisa dilengkapi saat masa perbaikan.

‘’Hasil verifikasi kelengkapan administrasi kami sampaikan ke parpol sampai 21 Juli. Selanjutnya 22-31 Juli waktu untuk perbaikan daftar calon dan syarat calon serta pengajuan bakal calon pengganti,’’ terangnya.

Dari hasil verifikasi sementara, Basmar mengaku, menemukan beberapa bacaleg yang merupakan pensiunan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka tersebar di tiga daerah pilihan (dapil), yakni Magelang Selatan, Magelang Tengah, dan Magelang Utara.

‘’Kalau yang mendaftar itu ASN masih aktif belum kami temukan. Jika memang ada, maka yang bersangkutan harus mengudurkan diri terlebih dahulu dari PNS,’’ ungkapnya.

Terpisah, salah satu bakal calon legislatif yang datang dari pensiunan ASN, Marjinugroho mengaku, memang tertarik untuk ikut dalam Pileg 2019. Dia mendaftar lewat Partai Demokrat (PD) untuk daerah pilihan Magelang Tengah.

‘’Saya ini orang lapangan dan lama bersentuhan dengan masyarakat saat jadi PNS. Saya ingin lebih jauh mengetahui keinginan mereka yang bisa dibawa ke Dewan. Pemkot bisa mengakomodasi aspirasi mereka melalui DPRD,’’ jelas mantan Kabid Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang tersebut. (SMNet.Com/dh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here