Bagikan
Ratusan relawan dari berbagai komunitas melakukan resik-resik Kali Manggis, Kota Magelang, Minggu (22/7), (SMNet.Com/dok)

 

MAGELANG- Ratusan relawan dari berbagai komunitas di Kota
Magelang melakukan bakti sosial ‘resik-resik’ Kali Manggis” sisi  timur Pasar Rejowinangun.

‘’Tujuan kegiatan ini supaya saluran  Kali Manggis  terjaga kebersihannya. Karena, kali ini   merupakan salah satu sungai yang mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi warga Kota Magelang,’’ tutur Ketua Panitia Seksi Resik-Resik Kali Manggis, Bagus Priyana, di sela-sela kegiatan tersebut, Minggu ( 22/7).

Dia menerangkan, kegiatan ini merupakan awal dari acara  Festival  Pasar Rakyat  2018 yang mengambil tema “ Terus Kumandhang”.
Menurutnya, pada kegiatan itu fokus utamanya adalah  membersihkan aliran Kali Manggis sepanjang 500 meter, yang membentang dari ujung Kampung Karang Lor hingga Kampung Kliwonan di sisi timur Pasar Rejowinangun, yang banyak  ditemukan sampah anorganik. Seperti, sampah plastik, kain dan sebagainya.

Saat kegiatan resik-resik dilaksanakan, lanjut Bagus yang juga Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang, terjadi sedikit kendala. Yaitu arus kali tidak surut, sehingga
pembersihan aliran sungai yang berhulu di Desa Badran, Kecamatan  Kranggan, Kabupaten Temanggung   dan berakhir di  Kecamatan Mertoyudan,Kabupaten Magelang, menjadi kurang maksimal.

Dia menjelaskan, selesai resik-resik Kali Manggis, rangkaian kegiatan Festival Pasar Rakyat Magelang 2018 antara lain  ruwat pasar, sarasehan sejarah Pasar Rejowinangun yang digelar pada Minggu mendatang (29/7).
Sekretaris Panitia Festival Pasar Rakyat Magelang,
Muhammad Nafi menuturkan, festival ini merupakan  rangkaian kegiatan bagian dari kampanye Jelajah Pasar Nusantara. Yakni, sebuah gerakan sosial yang merespon kondisi pasar rakyat sekarang ini.

Menurutnya, keberadaan pasar rakyat atau pasar tradisional hingga saat ini terus bertahan di tengah kepungan dan dominasi pasar modern dan pasar daring.

Dia berharap,  kampanye gerakan sosial ini bisa mengajak
masyarakat untuk menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai salah satu pondasi ekonomi bangsa.

‘’Melalui festival ini kami juga ingin menegaskan, bahwa pasar rakyat bukan tempat transaksi ekonomi semata, tapi ruang publik yang merupakan salah satu tempat berinteraksi sosial terjadi. Termasuk kegiatan seni dan budaya,’’ ungkapnya. (SMNet.Com/dh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here