Bagikan
Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh (ketiga dari kanan), berkenan memotong kue tart pada acara syukuran peringatan HBA Ke 58 yang dipadukan dengan peringatan HUT Ke XVIII Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, yang digelar di Kantor Kejari Wonogiri.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI РKomandan Kodim (Dandim) 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri  Amrulloh dan istri, bersama sejumlah tentara membuat surprise saat hadir di acara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke 58. Mereka, Senin (23/7), datang ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kerjari) Wonogiri memberikan bingkisan tumpeng kenduri. Itu dilakukan bersamaan Kejari Wonogiri menggelar acara syukuran peringatan HBA Ke 58 yang disatukan dengan HUT Ke XVIII Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tahun 2018.
Hadir dalam tasyakuran tersebut, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Wakil Bupati Edy Santosa, Ketua DPRD Setyo Sukarno, Kapolres AKBP Robertho Pardede, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Muhamad Istiadi beserta jajaran Forkompinda. Juga para pimpinan dinas dan institusi terkait, termasuk Kepala Satpol-PP, Kepala Rumah Tahanan (Rutan), Kepala Rubasan (Rumah Barang Rampasan), Kepala Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Acara syukuran ditandai dengan tiup lilin oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dodi Budi Kelana, dilanjutkan pemotongan kue tart dan tumpeng yang dilakukan Dandim dan Kapolres, untuk diserahkan kepada Kajari, serta dilanjutkan acara ramah-tamah.
Serangkaian acara tasyakuran itu, dilakukan setelah¬† digelar upacara di halaman Kantor Kejari Wonogiri, dengan Inspektur Upacara Kajari dan Komandan Upacara Tri Margono. Sebelumnya, Kajari bersama jajarannya juga menggelar acara dzikir dan sholawat bersama yang dipandu oleh Ustadz Mursyidi Muhamad. Peringatan HBA Tahun 2018 mengusung tema ”Berkarya dan Berbakti Sepenuh Hati Menjaga Negeri.”
Dalam peringatan HBA ini, Jaksa Agung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kajari Dodi Budi Kelana, mengatakan, peringatan HBA harus dimaknai sebagai saat yang tepat untuk memperbarui semangat dan keinginan tentang perlunya gerakan dan hijrah, menuju ke arah dan tujuan yang lebih baik dan lebih baik lagi, dibanding saat-saat sebelumnya.
HBA hendaknya diartikan pula sebagai saat yang baik dan tepat, untuk secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan refleksi. Untuk merumuskan cara baru, kebijakan baru, dan kebutuhan baru, sebagai bagian dari upaya penyelesaian agar setiap tugas terselesaikan dan tertangani. ”Memastikan kepentingan masyarakat benar-benar terlayani, meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada institusi,” tandasnya.
Pada sisi lain, keluarga besar kejaksaan juga wajib tetap menjaga kewaspadaan pemeliharaan diri dan menambahkan perhatian terhadap tiga hal pokok. Yakni komitmen menjaga konsistensi, meningkatkan kinerja, dan hubungan sinergitas untuk menunjukkan kehadiran kejaksaan secara aktual dan ada di tengah-tengah masyarakat setiap saat dibutuhkan. Selanjutnya optimalisasi pelaksanaan tugas tanggungjawab dan fungsi atas kewenangan yang dimiliki, menjaga kelangsungan dan keberhasilan pembangunan serta, menjadi pilar utama memelihara keutuhan negeri. Memupuk semangat meningkatkan dedikasi dan loyalitas, hindarkan disparitas perlakuan dan pelayanan kepada semua pihak, tanpa membuat perbedaan dalam pelaksanaan penegakan hukum, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here