Bagikan
Diduga dari api pembakaran sampah yang berkobar tidak terkendali, akhirnya meluas membakar areal hutan rakyat dengan tanaman tegakan jenis pohon Jati di Dusun Nglingi, Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Kebakaran hutan rakyat, kembali terjadi lagi di Kabupaten Wonogiri. Kali ini areal hutan rakyat yang terbakar, berlokasi di Dusun Nglingi Rt 1/RW 13, Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Bersamaan itu, juga dilaporkan terjadi kebakaran di areal tanaman penghijauan sabuk hijau (green belt) Waduk Gajahmungkur, Wonogiri.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, Jumat (27/7), menyatakan, kebakaran hutan rakyat di Dusun Nglingi, Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, berlangsung Kamis malam (26/7). Penyebab kebakaran, masih diselidiki petugas, tapi diduga dari api pembakaran sampah yang meluas karena tertiup angin kencang. Kobaran api yang meluas, membakar areal hutan rakyat dengan tanaman tegakan pohon Jati, dan di bawahnya ditumbuhi rumput, semak-semak serta tanaman perdu.
Kondisi rumput dan tanaman perdu yang mengering karena musim kemarau saat ini, telah memudahkan terjadinya kebakaran dan memicu percepatan meluasnya api. Para relawan siaga bencana yang dikoordinir oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Wonogiri, sigap melakukan pemadaman bersama pamong desa dan warga masyarakat, dibantu personel dari Koramil dan Polsek Wuryantoro. Pada pukul 20.30, api dapat dipadamkan dengan cara manual, yakni digebuki memakai tongkat dan alat gepyokan, serta pembuatan ilaran (celah) untuk melokalisasi agar api yang meluas. ”Tidak ada korban jiwa, luas areal yang terbakar sekitar satu setengah Hektare,” jelas Bambang Haryanto.
Di kesempatan terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, Joko Santosa, menyatakan, kebakaran juga terjadi pada lahan penghijauan ‘green belt’ atau sabuk hijaun Waduk Gajahmungkur, Wonogiri. ”Kami yang mendapat laporan, segera menurunkan tim bersama dua unit mobil Damkar ke lokasi, untuk melakukan pemadaman,” jelas Joko Santosa. Pemadaman dilakukan bersama relawan siaga bencana TRC dari BPBD Wonogiri, aparat keamanan Polsek dan Koramil, pamong desa dan warga masyarakat.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, lahan ‘green belt’ Waduk Gajahmungkur selama ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta. Lahan yang terbakar berlokasi di Lingkungan Donoharjo, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pemicu kebakaran masih diselidiki, namun besar dugaan berasal dari api pembakaran sampah yang berkobar karena tiupan angin, dan meluas secara cepat. ”Luas areal yang terbakar sekitar empat Hektare,” jelas Kepala BPBD Bambang Haryanto.
Menyikapi sering terjadinya musibah kebakaran, baik kebakaran lahan hutan rakyat, hutan negara, rumah dan toko di Kabupaten Wonogiri, Kepala UPT Damkar Pemkab Wonogiri, Joko Santosa dan Kepala BPBD Bambang Haryanto, menyerukan agar masyarakat tidak membakar sampah. Terlebih lagi, di musim kemarau yang kering sekarang ini, yang rawan terhadap kebakaran karena semua rumput, perdu, semak-semak pada mengering. Jadikan sampah untuk bahan pembuatan pupuk kompos penyubur tanaman, jangan kemudian malah dibakar.
”Jangan membiasakan membakar sampah, supaya kasus kebakaran di Kabupaten Wonogiri tidak terulang dan terulang kembali, sebagaimana yang terjadi belakangan ini,” tegas Kepala UPT Damkar, Joko Santosa. Sebelum berita ini diunggah, di Kabupaten Wonogiri selama kurun waktu 7 bulan terhitung sejak Januari 2018 sampai sekarang, telah terjadi setidak-tidaknya 15 kali kasus kebakaran. Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, memerinci, kebakaran hutan telah terjadi sebanyak 6 kali, dan kebakaran rumah maupun toko sebanyak 9 kali.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here