Bagikan
Bersamaan dengan malam tirakatan tujuhbelasan, Budayawan Pranoto (kiri), menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba yang digelar dalam memeriahkan peringatan HUT Ke 73 Kemerdekaan Indonesia.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Untuk pertamakalinya, di Kabupaten Wonogiri digelar lomba menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam tiga stanza. Ini dilakukan oleh komunitas masyarakat di tingkat Rukun Warga (RW) Lingkungan Brumbung, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis malam (16/8), bersamaan dengan digelarnya acara malam tirakatan tujuhbelasan.
Tokoh masyarakat Lingkungan Brumbung, Pranoto, menyatakan, selama ini yang lazim dinyanyikan adalah lagu kebangsaan Indonesia Raya stanza satu. Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya ini berkata: ”Pada hal, ada tiga stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dicipta oleh Komponis WR Supratman.” Itu sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 44 Tahun 1958, tentang lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pranoto, abdi dalem Keraton Surakarta yang memiliki gelar Kanjeng Raden Arya (KRA) ini, menyebutkan,
untuk pelaksanaan lomba lagu kebangsaan tiga stanza, dilakukan dengan cara pengundian pembentukan kelompok.
Kepada peserta dibagikan teks syairnya, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam berlomba. Karena, mayoritas warga pada umunnya tidak hapal syair stanza dua dan stanza tiga. Ada perbedaan yang signifikan pada syair di masing-masing stanza. Contohnya, pada stanza satu: ”Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.” Stanza dua: ”Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.” Stanza tiga: ”Marilah kita berjanji, Indonesia abadi.”
Bersamaan dengan lomba lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza tersebut, panitia tujuhbelasan yang diketuai Widoyo, juga menggelar lomba pengucapan masing-masing sila dalam Pancasila, yang dibagikan secara undian pula.
Pengundian pembentukan kelompok bagi hadirin ini, sekaligus untuk membangun keberasamaan dan mempererat tali silaturahmi diantara warga, yang berasal dari masing-masing komunitas Rukun Tetangga (RT). Sebab dengan mendasarkan pengundian pembentukan kelompok, warga dari RT 1 dapat membangun kelompok dengan warga dari RT 2 atau RT 3 dan seterusnya. Hal ini dimaksudkan agar terjalin keakraban sesama warga untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, masyarakat di masing-masing komunitas RT atau RW dan dusun di Kabupaten Wonogiri, serentak menggelar acara malam tirakatan. Masyarakat di Lingkungan Bahuresan, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, menggelar tirakatan dengan dimeriahkan hiburan panggung yang ditempatkan di ruas jalan kampung. Warga di Lingkungan Gerdu, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, menyelenggarakan malam tirakatan juiga di ruas jalan kampung. ”Banyak jalan kampung ditutup untuk tirakatan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Wonogiri, Bagus Sudarsono.
Masyarakat Desa Jimbar, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, punya cara unik ketika menggelar malam tirakatan tujuhbelasan, yakni menonton bersama pemutaran film layar tancep yang memutar aneka film perjuangan. Di sejumlah kampung di wilayah Kecamatan Pracimantoro, ada yang memeriahkan malam tirakatan dengan menggelar hiburan musik campursari dan ada pula yang mementaskan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.(SMNet.Com/bp)

  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here