Bagikan
Buati Wonogiri Joko Sutopo didampingi Sekda Suharno (kiri), Dandim Letkol (Inf) M Heri Amrulloh dan Kepala Dinas Partanian, Safuan, foto bersama dengan pengurus Gapoktan penerima bantuan Alsintan.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh, mendorong para petani di Kabupaten Wonogiri untuk memperluas areal budidaya tanaman jagung. ”Sebab akan datang investor ke Wonogiri,” tegas Dandim sembari menambahkan, pihak investor akan membeli produksi jagung dalam jumlah banyak. Sehingga panenan para petani dijamin dapat memperoleh pasar.
Penegasan Dandim ini, Jumat (24/8), disampaikan saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada para pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Bantuan Alsintan, diberikan oleh Pemkab Wonogiri, dalam upaya membantu para petani untuk meningkatkan produk komoditas pertanian, khususnya tanaman pangan, sebagai upaya mendukung program swasembada pangan nasional di Tanah Air.
Kata Dandim, khusus untuk program intensifikasi tanaman padi, jagung dan kedele (Pajale), di Kabupaten Wonogiri telah berjalan baik. Bersamaan itu, Kodim 0728 Wonogiri juga mengembangkan hortikultura, melalui lahan Demonstrasi Plot (Demplot) untuk komoditas semangka di areal seluas 6.000 Meter Persegi (M2). ”Harapan kami, nanti para petani semangka bisa langsung menjual produksinya langsung ke distributor dengan harga Rp 8 ribu per Kilogram, sebagaimana komitmen yang telah disepekaati,” jelas Dandim seraya menambahkan agar kesejahteraan petani dapat ditingkatkan, dan berdampak memberikan motivasi kepada generasi muda di Wonogiri agar tertarik untuk meminati bidang agraris.
Acara penyerahan bantuan Alsintan tersebut digelar di Pendapa Kabupaten Wonogir. Dihadiri Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Sekda Wonogiri Suharno, Kasdim 0728 Wonogiri Mayor (Inf) Nurul Mutahar, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Safuan, bersama para pejabat terkait dan para pengurus Gapoktan penerima bantuan. Kata Safuan, bantuan Alsintan yang kali ini berupa hand tractor, mesin pompa air, hand sprayer dan rice tranplanter.
Menurut Safuan, utuk mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian pangan serta kedaulatan pangan, mulai Tahun 2015 Kementerian Pertanian telah melakukan MOU dengan TNI AD, untuk menyukseskan program Upaya Khusus (Upsus) Pajale dan juga pelaksanaan Sergap Petani. Upsus Pajale di Wonogiri sampai Bulan Juli 2018, realisasinya sudah mencapai 75.971 Hektare (Ha), atau sudah mencapai 95 persen dan keluasan yang diprogramkan. Produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 3.255 ton, kemudian potensi tanaman khususnya di Bulan Agustus seluas 3.915 Ha, dan potensi di Bulan September sebesar 2.110 Ha.
Bersama itu, tambah Safuan, sesuai arahan Bapak Bupati, telah dilakukan upaya pengembangan agrobis holtikultura, yang pada Tahun 2018 diberikan bantuan kepada para petani Bawang Merah seluas 80 Ha, dan untuk komoditas Cabe besar 50 Ha. Yang setiap hektarenya, mendapat bantuan dana stimulan masing-masing Rp 30 juta. Juga dilakukan upaya pengembangan melon, semangka, klengkeng dan jeruk keprok.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyatakan, pembangunan bidang pertanian masuk dalam prioritas panca program unggulan Kabupaten Wonogiri, dalam upaya mewujudkan ‘sukses petanine (sukses petaninya)’ serta meningkatkan kesejahteraan kaum tani. Salah satu wujud dukungan dari Pemkab, memberikan bantuan Alsintan, yang jumlahnya ratusan, untuk mendukung peningkatan produksi pertanian guan meningkatkan kesejahteraan petani. ”Gunakan dan rawat baik-baik bantuan Alsintan. Jangan ada niat untuk menghilangkan atau menjual,” tegas Bupati.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here