Bagikan
Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri Joko Kiswanto (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kampanye Pemilu 2019 di Kantor KPU Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Perhelatan politik pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia Tahun 2019, secara resmi baru akan dimulai 3 hari setelah ditetapkannya Daftar Calon Tetap (DPT) anggota DPD, DPR, DPRD pada Tanggal 20 September 2018 mendatang. Tepatnya pada Tanggal 23 September 2018 mendatang, saat memasuki masa kampanye. Tetapi kenyataan di lapangan, sudah ada yang melakukan manuver untuk mencuri start, yakni memasang lebih awal baliho bergambar Calon Legislatif (Caleg) di tepi jalan dan lokasi strategis hingga ke desa-desa.
Sementara itu, KPU Kabupaten Wonogiri pimpinan Mat Nawir, Sabtu (8/9), menggelar sosialisasi penetapan DPT dan upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu Tahun 2019. Anggota KPU Wonogiri, Suyono, menyatakan, sosialisasi tersebut digelar di Pendapa Green Azana Resort Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.
Menyikapi manuver pemasangan baliho yang berkesan mencuri start, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri, mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi pelaksanaan semua tahapan Pemilihan Umum (Pemilu). Baik Pemilu Legislatif (Pileg), maupun untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Secara nasional, itu akan diselenggarakan secara serentak di Tanah Air pada Tanggal 17 April 2019 mendatang. Termasuk untuk memilih para anggota DPR, DPRD Tingkat Provinsi maupun DPRD Tingkat Kabupaten/Kota, serta pemilihan anggota DPD.
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub, melalui Anggota Bawaslu Joko Kiswanto yang membidangi Koordinasi Divisi (Kordiv) Pengawasan, Humas dan Hubungan Luar (Hubla), menegaskan, tahapan p
erhelatan politik Pemilu secara resmi akan dimulai 3 hari setelah ditetapkannya Daftar Calon Tetap (DPT) anggota DPD, DPR, DPRD pada Tanggal 20 September 2018 mendatang. ”Tepatnya pada Tanggal 23 September 2018, saat memasuki masa Kampanye,” tegasnya. Untuk menyikapi kemunculan baliho yang terpasang ledbih awal dan berkesan itu sebagai manuver mencuri start, Bawaslu Wonogiri melalui Kordiv Pengawasan Humas dan Hubla, Joko Kiswanto, telah menyampaikan hal itu dalam forum rapat koordinasi (Rakor) persiapan kampanye di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri.
Rakor tersebut menghasilkan imbauan, agar seluruh Parpol bersabar sampai saatnya tiba waktu jadwal kampanye yang telah ditetapkan. Hal ini demi menjaga kondusivitas Wonogiri. ”Baru ketika nanti tiba waktunya masa kampanye, dipersilahkan kepada seluruh peserta Pemilu untuk memasang APK (Alat Peraga Kampanye),” tegas Joko Kiswanto. Pemasangannya, harus menyesuaikan ketentuan peratiran yuridis yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomoer: 7 Tahun 2017 dan PKPU Nomor: 23 Tahun 2018.
Bagaimana yang sekarang telah mencuri start kampanye dengan memasang Baliho lebih awal dari waktunya ? ”Bawaslu menyampaikan, secara ketentuan itu belum memenuhi unsur kampanye sebagaimana diatur dalam SE (Surat Edaran) Bawaslu Nomor: 0691 Tahun 2018,” tegas Joko Kiswanto. Terkait pelaksanaan Pemilu serentak di Tanah Air, Bawaslu Wonogiri mengajak kepada semua elemen masyarakat, untuk ikut berperan aktif dalam.memberikan pengawasan. Demi terciptanya pelaksanaan Pemilu yang berintegritas, melali pemilihan yang bebas, umum, rahasia, jujur dan adil. Untuk ini, masyarakat diharapkan tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya pelanggaran maupun tindak penyimpangan. ”Manakala menjumpai ada pelanggaran, silahkan segera dilaporkan ke Bawaslu yang eksis di berbagai tingkatan,” tandas Joko Kiswanto. Begitu juga dalam pengawasan DPT, masyarakat juga diminta ikut aktif mencermati agar seluruh hak pilih bisa tercover dalam DPT pada Pemilu 2019.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here