Bagikan
Para pelajar SMP yang terlibat perkelahian, diminta untuk berolahraga push up. Ini dilakukan sebagai upaya pembinaan kepada mereka, agar patuh pada aturan dan memiliki sikap berdisiplin.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Sebanyak 16 siswa SMP Gajahmungkur Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, yang terlibat perkelahian antarmurid, diserahkan oleh sekolahnya untuk mendapatkan pembinaan dari Polsek Pracimantoro. Pembinaan dilakukan Kamis siang (13/9), mulai dari pukul 10.30 sampai dnegan 13.00 di Mapolsek Pracimantoro.
Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dan Kapolsek Pracimantoro Dwi Krisyanto, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto, menyatakan, pembinaan terhadap 16 siswa yang melakukan perkelahian antarmurid di sekolah tersebut, dilakukan atas permintaan Kepala SMP Gajahmungkur Pracimantoro, Sardjiyo. Ke 16 siswa itu, merupakan murid Kelas VIII dan Kelas IX, yang melakukan perkelahian sesama siswa di sekolah. Tapi ulah mereka dapat segera dicegah, setelah pihak Polsek Pracimantoro turun tangan.
Begitu mendapatkan laporan ada siswa yang tawuran di sekolah, Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto dan Kanit Rerskrim Ipda Agus Haryono memimpin anggotanya bergegas meluncur ke SMP Gajah Mungkur. Ikut serta Kepala SPKT Aiptu Sadiman, Kanit Intelkam Aiptu Sugeng, Kanit Binmas Aipda Joko Triyono serta Bhabinkamtibmas Brigadir Agung Prihandoko dan Brigadir Tri Mulyono. Mereka kemudian melakukan langkah pencegahan dan melerai siswa yang tawur. Bersama pihak sekolah, kemudian dilakukan langkah untuk menciptakan kembali situasi sekolah yang aman, tenteram dan kondusif. Penyebab perkelahian masih diselidiki petugas, tapi diduga karena dipicu kesalahpahaman antarsiswa.
Dalam pembinaan kepada para siswa yang terlibat perkelahian tersebut, Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto, minta agar mereka bersikap disiplin, tekun, rajin belajar, patuh kepada guru, dan mentaati tata tertib sekolah. Bila terjadi kesalahpahaman, jangan kemudian keburu emosi melakukan perkelahian, tapi selesaikan secara musyawarah bersama guru dan pihak pengelola sekolah. Jadilah murid yang rajin belajar dan rajin berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, demi meraih apa yang dicita-citakan.
Kepada semua siswa yang terlibat perkelahian, diminta untuk bertobat tidak mengulanginya lagi. Masing-masing membuat surat pernyataan tertulis terkait janjinya untuk tidak mengulangi perbuatannya. Kepada para orang tua siswa, pengelola sekolah dan guru, diminta untuk meningkatkan pengawasannya, termasuk pengawasan terhadap kemungkinan ada murid yang minum minuman keras (miras), menyalahgunakan narkoba, membawa senjata tajam, atau barang-barang lain yang membahayakan.(SMNet.Com/bp) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here