Bagikan
Petugas Damkar Pemkab Wonogiri berupaya menyemprotkan air ke titik kobar api, guna mempercepat upaya pemadaman. Ikut membantu pula relawan siaga bencana, personel dari TRC-BPBD, aparat Polsek dan Koramil, pamong desa serta masyarakat.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Kebakaran melanda gudang sekolah di SMP Negeri 3 Wonogiri yang berlokasi di Sendang Lanang, Lingkungan Kaloran RT 1/RW 7, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Api diketahui berkobar Kamis siang (4/10) pukul 13.30, membakar ludes isi gudang yang terdiri atas aneka macam peralatan perkemahan pandu dan kelengkapan peraga praktik ke-Pramuka-an siswa. Tiupan angin musim kemarau, menyebabkan kobaran api meluas dan ikut membakar rumah dapur milik Suparno yang lokasinya berdekatan dengan gedung SMP Negeri 3 Wonogiri.

Para siswa dan guru yang mengetahui ada asap mengepul dan jilatan nyala api dari ruang gudang, segera ramai-ramai menyingkir untuk menyelamatkan diri, dengan berteriak-teriak ‘kobongan, kobongan…..” Warga masyarakat sekitar segera berdatangan, untuk memberikan bantuan pemadaman. Tapi upaya pemadaman, terkendala karena di lokasi tidak tersedia air. Kebakaran gudang sekolah ini, kemudian dilaporkan ke pamong desa dan diteruskan ke Polsekta Wonogiri serta ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri.

Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, segera menurunkan para personel siaga bencana yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC). Juga mengontak minta pertolongan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, untuk melakukan penanganan. Kepala UPT Damkar Wonogiri, Joko Santosa, menyatakan, langsung mengirimkan dua unit mobil Damkar ke SMP Negeri 3 Wonogiri, untuk mendatangi lokasi guna melakukan pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Tapi diduga besar, kemungkinannya dari konsleting arus penek aliran listrik pada jaringan terpasang di ruang gudang. Berawal dari adanya konsleting listrik ini, kemudian timbul percikan api yang membakar isi gudang, yakni perlengkapan kemah dan alat praktik Pramuka, yang kondisinya mudah terbakar. Kobaran api, meluas ikut membakar rumah dapur milik warga yang berdekatan dengan posisi gudang sekolah.

Kobaran api baru dapat benar-benar dipadamkan pada pukul 14.30 atau selang sejam kemudian. Kerugian materi sebagai dampak kebakaran gudang sekolah dan rumah dapur milik warga ini, masih dalam penghitungan petugas. Tapi ditaksir mencapai sekitar 20 juta lebih. Karena perabot rumah tangga yang tersimpan di rumah dapur Suparno, juga ikut ludes terbakar. Gedung SMP Negeri 3 Wonogiri masuk dalam daftar bangunan bersejarah cagar budaya. Ini berkaitan erat karena dulu di era Mangkunegaran, itu menjadi padepokan Gusti Rio Giyanto, bangsawan dari Mangkunegaran yang dikenal ampuh, dan memiliki kesukaan membawa serta harimau piarannya kemana dia jalan-jalan bepergian.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here