Bagikan
Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengumandangkan adzan di telinga bayi yang dibuang ibunya, (SMNet.Com/dok)

 

 

MAGELANG- Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengumandangkan adzan di telinga bayi malang yang dibuang ibunya dari lantai tiga Pusat Perbelanjaan Matahari Selasa lalu (2/10).

Bayi tersebut hingga saat ini masih berada di dalam incubator   di ruang perawatan bayi, Ruang Flamboyan, Rumah Sakit Harapan Kota Magelang.

Dia menuturkan, mengumandangkan adzan di telinga kanan  bayi yang baru lahir merupakan anjuran dalam Agama Islam.

‘’Sesuai nawaitu saya, tadi saya sudah mengadzankan bayi itu, semoga Allah  memberikan kekuatan kepada yang bersangkutan,’’ ungkapnya kemarin.

Sementara kepada Ayu nanda (21) ibu yang membuang bayinya, Polres Magelang Kota  menetapkan dia menjadi tersangka.

‘’Tersangka sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Bersalin Budi Rahayu untuk operasi pengangkatan placenta di rahimnya. Setelah dinyatakan sehat kami menetapkan dia sebagai tersangka,’’ kata  Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Satreskrim serta keterangan dari pihak keluarga diketahui, tersangka sudah dua kali melahirkan. Anaknya yang pertama sudah meninggal dunia.

Akibat perbuatannya membuang bayi, Ayu Nanda penduduk Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang terancam hukuman maksimal 3 tahun 6 bulan, ditambah sepertiganya.

‘’Penambahan ancaman hukuman  sepertiga tersebut karena, tersangka melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri,’’ tuturnya didampingi Kasat Reskrim AKP Rinto.

Polisi juga akan melakukan tes DNA terhadap tersangka. Meskipun pelaku telah mengakui bahwa dirinya yang membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.

Mengenai kondisi kesehatan bayi, Kapolres mengemukakan,  kondisi bayi sehat meski di hari ketiga ini  berat badannya turun   dari sebelumnya 1,8 kilogram menjadi 1,65 kilogram, dan masih dalam  pengawasan tim medis  rumah sakit.

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Harapan Kota Magelang, dokter Rini Isyunti mengatakan,  penurunan berat badan bayi yang telah diberi nama Tazkiyatul Maulida tersebut masih dalam taraf normal, seperti bayi-bayi lainnya yang baru lahir.

‘’Biasanya, bayi yang baru lahir akan mengalami hal yang sama yakni mengalami penurunan berat badan selama dua minggu setelah dilahirkan,’’ tuturnya.

Meski mengalami penurunan berat badan, lanjutnya, kondisi  bayi  dinyatakan tetap baik. Selain itu, fungsi motorik bayi itu juga bagus.

Menurutnya, tim medis yang merawat bayi tersebut  tidak jadi melakukan rontgen, mengingat kondisi bayi dalam keadaan baik dan normal.

Rini menambahkan, meski kondisi bayi dalam keadaan normal, namun asupan  minumnya sedikit berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tim medis yang merawatnya terus memantau perkembangannya dan terus memberi susu formulasi khusus  untuk meningkatkan berat badan bayi tersebut. (SMNet.Com/dh)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here