Bagikan
Peserta pekan pembayaran PBB-P2 panutan Kota Magelang melakukan flasmob pada acara tersebut, (SMNet.Com/dh)

 

MAGELANG– Mulai tahun 2018 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang menghilangkan sistem pembayaran manual atau cash. Selanjutnya diganti dengan sistem daring.

‘’Ini untuk mengantisipasi kecurangan jika antara petugas dan wajib pajak (WP)  bertemu, dan tidak terjadi transaksi langsung,’’ ungkap Kepala BPKAD Kota Magelang, Larsita, kemarin.

Dia menerangkan, pihaknya sudah memiliki beberapa pajak daring. Antara lain, e-SPTPD, BPHTB online, dan host 2 host (H2H) yang bekerja sama dengan salah satu perbankan.

‘’Aplikasi terbaru adalah “Si Bahenol” dan “Pak Dewo” yang memudahkan wajib pajak membayar secara nontunai,’’ terangnya.

Mengenai penerimaan Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (P2) Kota Magelang tahun 2018, Larsita mengatakan, berhasil melebihi target yang ditetapkan.

Sampai akhir September 2018, penerimaannya mencapai 105,89 persen, atau realisasi sebesar Rp 6.035.639.568.

Menurutnya, beberapa hal yang membuat capaian pajak selalu naik setiap tahunnya. Selain kesadaran wajib pajak yang tinggi, faktor lain di antaranya peranan BPKAD dalam usaha pendekatan terhadap wajib pajak (WP). Termasuk potensi pajak di instansi militer.

Menurutnya, peran warga TNI/Polri ini juga sangat tinggi untuk membayar pajak.

‘’Kami juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penerimaan PBB. Seperti perubahan Perda Pajak Daerah dan Perda Retribusi Daerah dalam rangka perluasan Tax Based dan Perubahan Tarif,’’ ujarnya.

Selain itu, strategi penggunaan media daring juga diaplikasikan untuk menarik minat wajib pajak untuk membayar pajak.

Larsita menambahkan, untuk mengejar realisasi penerimaan pajak sampai Desember 2018,  beberapa upaya sudah dipersiapkan. Seperti rencana penyisiran wajib pajak yang belum membayar kewajibannya.

Kerjasama juga kita buat dengan pihak terkait hingga tingkatan terbawah RT dan RW.

‘’Tidak cuma mengejarnya saja, kami juga akan memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang taat bayar pajak. Ada beberapa kategori, seperti bayar pajak tercepat dan terbesar. Penerimanya bisa perorangan maupun instansi,’’ tegasnya. (SMNet.Com/dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here