Bagikan
Rektor UMS Dr Sofyan Anif MSi menerima SK PPG dari Kepala LLDIKTI Wilayah 6 Jawa Tengah, DYP Sugiharto. Foto: Istinewa

SUKOHARJO-Surat Keputusan Program Profesi Guru (SK PPG)  resmi diserahkan kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) oleh Kepala Lembaga Layanan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto, MPd Kons kepada Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi di ruang sidang Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Senin (15/10).

Dengan diterimanya SK PPG tersebut, UMS menjadi perguruan tinggi terbanyak se Jawa Tengah yang menjalankan Program Profesi Guru (PPG). Hal itu mendapat apresiasi yang tinggi dari LLDIKTI Wilayah 6 Jawa Tengah.

“Salut dan penghargaan untuk UMS yang menjadi kampus terbanyak dalam penyelenggaraan Program Profesi Guru di Jawa Tengah,” ungkap DYP Sugiharto dalam acara penyerahan SK PPG kepada UMS di Gedung Siti Walidah, Senin (15/10/2018).

Dalam penyerahan SK itu juga dihadiri oleh Ketua BPH, Drs Ahmad Dahlan Rais, MHum dan juga para dekan serta seluruh Kaprodi di lingkungan FKIP UMS.

SK PPG kali ini diberikan kepada 9 program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Sementara itu, program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Pendidikan Olahraga belum bisa mengikuti PPG, karena kedua program studi tersebut masih tergolong baru.

Rektor UMS, Dr Sofyan Anif Msi, berharap dengan duterimanya SK PPG ini makin memperkuat UMS untuk turut berperan meningkatkan kualitas profesi guru. Apalagi, untuk mendapatkan SK PPG ini tidaklah mudah, dan UMS ternyata justru yang paling banyak menjalankan program PPG ini di Jawa Tengah.

“SK PPG ini bisa menjadi sumber kekuatan untuk UMS menjadi lebih maju,” ungkapnya seraya berharap prestasi program PPG ini terus ditingkatkan. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa kampus UMS mampu bersaing dan unggul dalam berkiprah di kancah pendidikan.

Sugiharto juga berharap PPG ini kian meningkatkan kualitas guru. Penyelenggaraan profesi guru merupakan kebijakan sekaligus konsekuensi perkembangan akuntabilitas profesi guru. “Sehingga profesi guru bisa sejajar dengan profesi yang lain. Setelah menempuh S1 maka untuk disebut guru profesional harus mengikuti pendidikan proefsi guru sesuai dengan bidang keilmuannya,” paparnya.

Dan UMS, lanjut Sugiharto, merupakan kampus dengan jumlah program studi PPG terbanyak se Jawa Tengah. Ia mengapresiasi pencapaian tersebut, dan ke depannya mengarahkan kepada UMS sebagai perguruan tinggi swasta agar mampu menyelenggarakan Program Studi di luar Kampus.(san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here