Bagikan
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs H Tafsir MAg, menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba di ajang Cabang Ranting Pendidikan Muhammadiyah Nasional Expo 2018 di Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, 2018, Sabtu malam (20/10.

Pemerintah Akan Berlakukan Sistem Zonasi

MAGELANG – Pemerintah akan memberlakukan sistem zonasi pendidikan.  Di satu lokasi ada beberapa sekolah, seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy MAP mengatakan hal itu dalam acara Cabang Ranting Pendidikan Muhammadiyah Nasional Expo 2018 bertema Membangun keunggulan pendidikan Muhammadiyah, di kompleks kampus SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu malam (20/10). Ekspo dihadiri pengurus Muhammadiyah se-Indonesia dan diikuti peserta se-Jawa Tengah itu berlangsung 19-21 Oktober.

Di sekolah zona itu tidak boleh ada siswa dari luar zona masuk ke situ, kecuali dengan pertimbangan khusus. Tidak boleh ada sekolah yang hanya menerima siswa yang pintar.
Semua siswa harus diterima dan yang menjadi pertimbangan adalah jauh dekatnya rumah siswa.

Menteri mengatakan, dengan adanya sekolah zona,  bagi sekolah yang tidak unggul bisa jadi akan tutup. Maka, harus ada pilihan apakah mau masuk zona atau memilih bebas. Bagi yang tidak bergabung dengan konsekuensi harus bisa mendiri dan mengelola dengan kemampuan sendiri. Selain itu fasilitas yang diberikan pemerintah juga beda dengan sekolah zona.

Akan diberlakukan sekolah zona, karena selama ini anak didik hanya dihitung dari nilainya. Akhirnya ada sekolah negeri yang isinya anak tidak pintar dan anak orang miskin. Disebutkan, di Jakarta pernah terjadi anak mau mendaftar di SMA yang ada di depan rumahnya tetapi tidak bisa lantaran anak orang kurang mampu dan indek prestasinya rendah. Akhirnya diterima di sekolah yang jauhnya dua puluh kilometer dari rumahnya.

Akan diberlakukannya sistem zonasi itu sejumlah sekolah bergabung menjadi satu, dan pelajarnya berasal dari sekitar sekolah tersebut. Bagi sekolah yang tidak mau bergabung dengan konsekuensi bantuan dari pemerintah lebih kecil.

Pengurus PP Muhammadiyah KH Marpuji Ali mengatakan, ekspo itu dalam rangka menggerakkan kembali keberadaan cabang dan ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia yang beberapa waktu lalu kurang berdaya. Kalau melihat data secara nasional sekolah Muhammadiyah belum bisa dibanggakan. ”Semoga tiga tahun ke depan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring kualitasnya baik sehingga patut dibanggakan,” katanya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs H Tafsir MAg, di sela-sela acara itu mengatakan, ekspo tersebut merupakan lembaga pemberdayaan cabang dan ranting. Arahnya bagaimana menggairahkan pengurus Muhammadiyah di level bawah, yakni cabang dan ranting. ”Di cabang dan ranting itu pendidikan Muhammadiyah dibangun. Oleh karena itu di level bawah digelar acara ini setiap tahun,” katanya.

Dipilihnya Gunungpring, lanjutnya, karena pengurus ranting Muhammadiyah di desa itu terbaik tingkat nasional dalam hal aktifitas, administrasi, serta program-programnya. Ekspo tersebut tahun lalu digelar di Lamongan, Jatim, sedangkan untuk tahun depan belum ditentukan lokasinya. (ach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here