Bagikan
M Ali atlet tinju kelas 60 kg meraih medali emas, (SMNet.Com/dok)

 

MAGELANG- Dari tiga kali ikut serta pada Porprov Jateng mulai tahun 2009 (sebelumnya Porda red), perolehan medali emas Kota Magelang pada  Porprov 2018 di Surakarta yang terbaik.

‘’Tahun 2018 kita meraih 13 emas, 16 perak dan 16 perunggu berada di peringkat 15 dari 35 kabupaten/kota se Jateng. Tahun 2009 meraih 9 emas, sedang tahun 2013 meraih 4 emas. Perolehan emas Kota Magelang naik 325 persen,’’ kata Ketua Harian Koni Kota Magelang, Subarkah, di kantornya, kemarin.

‘’Keberhasilan ini berkat pembinaan di masing-masing cabang olahraga (cabor) yang sangat baik dan konsisten. Meski ada pergantian pengurus Koni, pembinaan tetap berjalan dengan baik,’’ ungkapnya.

Menurutnya, cabor yang meraih medali memang yang diunggulkan. Perinciannya cabor selam 1 emas, sepatu roda (6), tarung derajat (1), arung jeram (2), tinju (1), gulat (1) dan cabor yongmoodo 1 emas. ‘’Yang di luar perhitungan bisa meraih emas adalah cabor yongmoodo,’’ terangnya.

Kabid Olahraga Disporapar Kota Magelang itu menerangkan, yang bisa ikut Porprov Jateng adalah cabor yang sebelumnya lolos pra porprov. Jadi cabor tidak bisa langsung ikut, harus melalui pra porprov. Kota Magelang pada pra porprov meraih 18 emas, 17 perak dan 16 perunggu. ‘’Melihat  perolehan medali itu, target realistis saya pada Porprov Jateng minimal 10 emas, ternyata realisasinya meraih 13 emas,’’ tuturnya.

Mengenai peringkat Kota Magelang  yang saat ini menduduki urutan 15 dari 35 kabupaten/kota se Jateng, Subarkah menuturkan, pada  Porprov 2013 menduduki urutan 25. Berarti target memperbaiki peringkat juga tercapai.

Menurutnya, Kota Magelang pada awalnya selama dua hari pernah menduduki peringkat pertama, namun kemudian terus turun. Penyebabnya dari 40 cabor yang dipertandingkan, Kota Magelang  hanya ikut 21 cabor dengan 86 atlet. Cabor yang diikuti adalah cabor yang kita lolos pra porprov.

Dia mencontohkan Kota Semarang hampir semua cabor yang dipertandingkan ikut, karena lolos pra porprov, jumlah atletnya di atas 560 orang. Kota Surakarta sebagai tuan rumah mendapat keistimewaan mengikuti semua cabor dengan atlet 680 orang. Kota Salatiga 200 atlet dan Kabupaten Kudus 480 atlet.

‘’Jadi tidak bisa dibandingkan Kota Magelang dengan daerah yang mengirimkan atlet banyak dengan cabor yang diikuti juga banyak pula. Khusus di eks Karesidenan Kedu, Kota Magelang  meraih emas terbanyak,’’ tuturnya.

Subarkah menambahkan, tahun 2019 akan berlangsung Por Dulangmas  di Pekalongan. Mulai sekarang perlu dilakukan persiapan agar bisa mempertahankan prestasi di urutan kedua. ‘’Untuk menggeser Banyumas di urutan pertama sepertinya tidak mudah,’’ tegasnya. (SMNet.Com/dh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here