Bagikan
Kepala SMA Negeri 3 Magelang Joko Tri Haryanto menunjukkan data diri Citra, disampingnya dua rekan sekolah yang kini bekerja di SMA tersebut, (SMNet.Com/dk)

 

MAGELANG– Jarang yang tahu kalau Citra Novita Anggelia Putri pramugari pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (29/10), memiliki panggilan akrab ‘Mpok’ ketika sekolah di SMA Negeri 3 Magelang.

Hal itu diterangkan Dian Pramudita Wardani rekan satu kelas saat duduk di kelas 10. Dian kini bekerja menjadi guru di almamaternya.

Tentu Dian sangat berduka atas peristiwa yang menimpa rekannya semasa SMA tersebut. Dia bercerita, Citra teman satu kelasnya saat duduk di kelas 10 jurusan IPA. Semasa sekolah, Citra dikenal pintar, supel, riang dan tidak sombong.

‘’Orangnya memang tinggi dan agak gemuk. Awalnya tidak percaya kalau dia jadi pramugari, karena tubuhnya saat itu belum proporsional. Jarang cerita juga kalau ingin jadi pramugari. Tahu-tahu dapat kabar kalau Citra sekolah pramugari,’’ tuturnya.

Mendengar kabar duka, Dian maupun teman-teman sesama alumni merasa terkejut dan sempat tidak percaya. Kemudian mencari tahu informasi yang beredar, termasuk informasi keberadaan keluarganya di Magelang.

‘’Insya Allah akan takziah kalau memang Citra benar-benar jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air ini,’’ tuturnya sambil menambahkan Citra di sekolah akrab disapa Mpok.

Fitri Astuti, rekan Citra semasa sekolah di SMP Negeri 8 Magelang juga mengaku sangat terkejut dengan kabar duka ini. Apalagi, dia dan rekan lainnya memang jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Citra.

‘’Saya mengikuti kabarnya di media sosial Facebook. Dulu sewaktu sekolah Citra tidak berjilbab, tapi beberapa tahun ini sudah berhijab dan sepertinya sedang berhijrah,” ungkap Fitri yang kini menjadi karyawan di almamaternya tersebut.

Kepala SMA Negeri 3 Magelang Joko Tri Haryanto membenarkan Citra lulusan SMA yang dipimpinnya.

‘’Benar, Citra siswa SMA Negeri 3 Magelang tahun 2008-2011. Orang tuanya bernama Bambang Subagyo dan Puji Lestari yang tinggal di Pasuruan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang,’’ ujar Joko yang pernah mengajar Citra mata pelajaran matematika saat duduk di kelas 10.

Dia mengaku terkejut mendengar kabar duka yang menimpa alumninya itu. Joko juga tidak menyangka kalau Citra ada di dalam pesawat itu bersama korban lainnya. Data di sekolah itu menerangkan, Citra kelahiran Bandung, 6 November 1992 dan merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

‘’Tentu kami sangat berduka dan turut belasungkawa. Semoga saja selamat, karena katanya belum ditemukan. Kalaupun meninggal dunia, semoga husnul khatimah,’’ harapnya.

(SMNet.Com/dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here