Bagikan
Bupati Wonogiri Joko Sutopo (kiri), menyerahkan SK Kenaikan Pangkat kepada perwakilan PNS. Pada tahan kedua, ada sebanyak 459 PNS atau ASN yang naik pangkat secara reguler.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Kenaikan pangkat, hendaknya dapat memberikan motivasi kepada Aparat Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk bekerja profesional meningkatkan prestasi kerja, dan dalam memberikan pengabdian dirinya untuk melayani masyarakat.

Demikian ditegaskan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Rabu (31/10), pada acara kenaikan pangkat secara massal yang digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Acara ini, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada sebanyak 459 personel ASN atau PNS di lingkungan Pemkab Wonogiri yang naik pangkat secara reguler pada tahap kedua Tahun 2018.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Lakso Haryoto, menyatakan, total personel ASN yang naik pangkat ada sebanyak 721 orang. Tahap pertama, telah diserahkan sebanyak 250 SK kenaikan pangkat, dan menyusul pada tahap kedua sebanyak 459 orang. Terdiri sebanyak 6 orang pegawai golongan I,  51 orang gologan II, 266 orang golongan III, dan 136 orang golongan IV.  Kemudian masih ada 12 orang yang kenaikan pangkatnya tengah dalam proses di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Bupati Wonogiri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang naik pangkat. Kata Bupati, menjadi ASN merupakan profesi yang banyak dimimpikan masyarakat. Terbukti saat penerimaan CPNS Kabupaten Wonogiri, dari kuota 430 kursi pendaftarnya mencapai ribuan. Ini artinya apa ? PNS menjadi salah satu profesi favorit, ada sistem PNS yang menuntut menjadi superpower. Profesi ini punya tanggung jawab yang berat, karena saat ini dihadapkan pada masyarakat yang sangat kritis. Konsekuensi logisnya, tandas Bupati, mau tidak mau PNS dituntut bisa menjawab tantangan zaman.

Saat diri seseorang berniat mengabdi menjadi PNS di Kabupaten Wonogiri, akan dihadapkan pada tantangan yang luar biasa. Permasalahan sosial, kemasyarakatan, kemiskinan, rendahnya tingkat kesehatan, infrastruktur, dan lainnya yang menjadi bagian dari birokrasi yang ada. ”Selama ini, saya masih menemukan beberapa ASN, yang masih keluar dari komitmen kinerja sebagai ASN. ”Yang saya temukan, ada ASN yang jam 7 pagi harus sudah mengemban amanahnya, tapi malah ditinggalkan. Tolonglah, tanggung jawabnya sebagai ASN untuk ditingkatkan, terutama dalam hal kedisiplinan,” tegas Bupati sembari berharap para ASN dapat memberikan pengabdian dan pelayanan yang terbaik untuk Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here