Bagikan
Pj Sekda Kabupaten Magelang Endra Endah Wacana membuka pelatihan pengamatan agroklimat di Desa Ngargosoko, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Kamis (8/11)

Kejayaan Bawang Putih Kaliangkrik Dibangkitkan Lagi

MAGELANG – Pj Sekda Kabupaten Magelang Drs Endra Endah Wacana MM mengatakan, tahun 80-an Kecamatan Kaliangkrik merupakan produsen bawang putih yang sangat dikenal di Indonesia. Tetapi sejak adanya impor bawang putih, nasibnya semakin surut.

Di daerah itu ada lahan bawang putih seluas tiga ribu hektare yang tersebar di Kecamatan Pakis, Kajoran, dan Kaliangkrik. Pertanian bawang putih di wilayah Kecamatan Kaliangkrik akan dihidupkan kembali. Untuk keperluan itu petani bawang putih di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, diberi pelatihan pengamatan agroklimat, Kamis (8/11).

Dengan pelatihan itu diharapkan akan mendukung petani bawang putih. Dia bersyukur atas kegiatan itu dan minta dilanjukan lagi tidak hanya di Kaliangkrik. Pendapatan asli daerah (PAD) setempat hanya Rp 323 miliar. Tanpa bantuan dana dari pemprov dan pusat, sulit menggeliat. ”Solusi terbaik adalah melalui pelatihan seperti ini. Dengan mampu mendeteksi cuaca, petani bawang putih bisa bangkit lagi,” harapnya.

Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati yang hadir dalam acara itu mengatakan, beberapa bulan lalu BMKG telah memberikan bantuan alat ukur hujan, alat ukur suhu udara, kelembaban udara, dan alat pengukur keasaman tanah, kepada petani Desa Ngargosoko, Kaliangkrik. Beberapa waktu sebelumnya juga telah dilakukan sekolah lapang iklim (SLI) di sejumlah tempat. Melalui pelatihan tersebut diharapkan petani bisa memanfaatkan peralatan yang pernah diberikan, agar produksi bawang putih bisa berlimpah.

Kini musim semakin sulit diprediksi. Dengan bantuan teknologi sederhana diharapkan akan dapat membantu petani memahami tren cuaca dan iklim atau pranata mangsa. Dengan demikian petani perlu tahu kapan harus tanam dan berapa banyak bibit yang harus ditanam. Petugas penyuluh lapangan juga bisa memutuskan jenis bibit apa yang paling tepat dan masa penanamannya yang tepat. Itu merupakan tanggung jawab BMKG untuk menyejahterakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir H Sudjadi, mengatakan, sekolah lapang iklim dan pelatihan pengamatan agroklimat itu agar para petani bisa membaca iklim, sehingga tata tanamnya bisa sesuai. Usulan pelatihan petani bawang putih tentang cuaca itu baru tahap awal. Kalau dirasa perlu bisa dilakukan lagi melalui pelatihan lanjutan. ”Bantuan apa yang dibutuhkan bisa diusulkan untuk tahun depan,” katanya. (ach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here