Bagikan
Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi (berdiri dipodium) membuka resmi kursus singkat kepemiluan bagi para tokoh agama bersama ketua, pengurus dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Berbeda dengan Pemilihan Umum (Pemilu) sebelumnya, penyelenggaraan Pemilu serentak Tahun 2019 mendatang cukup berat dan tidaklah ringan. Karena merupakan pesta demokrasi pertama di Indonesia, yang sekaligus menyetakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, bersama pemilihan para Anggota DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi, maupun pemilihan anggota DPR-RI serta pemilihan anggota DPD.

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri, Supardi, menyatakan, dari simulasi yang telah dilakukan, masing-masing pemilih diprediksikan akan memerlukan waktu mencoblos lebih lama dibandingkan dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya. Masing-masing pemilih, diprediksikan memerlukan waktu pencoblosan selama 7 sampai 10 menit di bilik suara. Karena ada 5 lembar jenis surat suara yang harus dicoblos di bilik pemilihan. ”Bisa jadi untuk pemilih ibu-bapak yang telah berusia sepuh, waktunya masing-masing dapat lebih dari 10 menit. Sebab untuk membuka dan melipat kembali surat suara saja, mereka membutuhkan waktu sekitar dua menit sendiri,” jelas Supardi.

Untuk mendukung agar penyelenggaraan Pemilu serentak Tahun 2019 berjalan lancar, Selasa (13/11), KPU Kabupaten Wonogiri menggelar kursus singkat kepemiluan atau election shortcourses bagi ketua, para pengurus dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri. Mereka merupakan para tokoh agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha, yang masing-masing memiliki basis komunitas umat dalam jumlah yang banyak.

Melalui kursus singkat kepemiluan ini, diharapkan mampu menumbuhkan voluntarisme menuju Pemilu 2019 yang sukses. Lewat para tokoh dari berbagai agama tersebut, diharapkan dapat memberikan peran positif dalam mengajak sebanyak-banyaknya pemilih, sehingga tercapai penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 dengan partisipasi pemilih secara maksimal. Targetnya 70 persen dari jumlah pemilih, dapat menggunakan hak pilih (HP)-nya secara baik, dalam upaya menyukseskan Pemilu serentak Tanggal 17 April 2019 mendatang, dengan tagline Pemilu Berdaulat Negara Kuat.

Kursus singkat kepemiluan ini, dibuka resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyoadi, yang didampingi para komisioner KPU Wonogiri. Yakni Agustina Puspa Dewi, Wahyu Nurjanah, Pradika Harsanto dan Dwi Prasetyo. ”Kami berharap, Pemilu serentak Tahun 2019 mendatang, sebagai sarana berdemokrasi, dapat berjalan lancar dan aman serta memenuhi target,” tegasnya. Kepada peserta kursus singkat ini, diberikan materi tentang demorasi di Indonesia dan Pemilu di Tanah Air, dengan menampilkan moderator Komisioner KPU Wonogiri dari Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Agustina Puspa Dewi.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here