Bagikan
Hadir dalam acara peringatan HPS, Bupati Joko Sutopo dan Wakil Bupati Edy Santosa (kesatu dan kedua dari kiri), bersama Kapolres AKBP Robertho Pardede serta Dandim 0728 Letkol (Inf) M Heri Amrulloh (ketiga dan keempat dari kiri) beserta jajaran Forkumpinda.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Bupati Wonogiri Joko Sutopo, menegaskan, upaya menuju kemandirian pangan bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan. Bagaimana komitmen pemerintah dalam mengalokasikan kebijakan dan programnya menuju kemandirian pangan, itu butuh langkah, tindakan dan kebijakan-kebijakan khusus.

Penegasan orang nomor satu di Kabupaten Wonogiri ini, Kamis (15/11), disampaikan saat memberikan sambutan pada acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat kabupaten Tahun 2018, yang digelar di Lapangan Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro (65 Kilometer arah timur Kota Wonogiri). Kepala Dinas Pertanian Pangan Kabupaten Wonogiri, Safuan, menyatakan, peringatan HPS Tahun 2018, mengambil tema ”Mewujudkan pangan lokal, pangan sehat, pangan masa depan, menuju kemandirian pangan.”

Aneka produk pangan lokal, ikut dipamerkan di masing-masing stand yang digelar di Lapangan Desa Gedawung. Bersamaan itu, juga diserahkan bantuan beras sebanyak 30 ton untuk warga masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Kismantoro. Ikut hadir Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh, Kapolres AKBP Robertho Pardede bersama jajaran Forkompinda, para kepada dinas dan instansi, para camat, Kepala Desa (Kades), Lurah, perangkat desa dan tokoh masyarakat, tokoh wanita dan tokoh pemuda.

Kata Bupati, selama ini peringatan HPS selalu dilaksanakan di Alun-alun Giri Krida Bakti Kota Wonogiri. Tapi untuk peringatan HPS Tahun 2018, digelar di Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Pemilihan lokasi peringatan yang jauh dari Kota Wonogiri ini, sengaja dilakukan agar memberikan dampak yang tidak sekadar seremonial saja. ”Juga untuk membuka fakta secara riil, ini lho Wonogiri yang sebenarnya,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, tercukupinya kebutuhan pangan yang memenuhi kualitas dan kuantitas, adalah pondasi untuk melangsungkan kehidupan dalam persaingan masyarakat global. Agar masyarakat memiliki daya akselerasi dalam mewujudkan peningkatan pendapatan, pendidikan dan derajat kesehatan menuju kesejahteraan masyarakat. Terkait ini, pemerintah hendaknya fokus pada sektor-sektor penyedia bahan pangan utama, dan perlu membangun sinergitas dalam kebersamaan melangkah.

Kata Bupati, tahun ini dan yang akan datang, ada alokasi DAK sebesar Rp 8 miliyar untuk membangunan insfrastruktur pertanian di Wonogiri. ”Kami mulai merancang mekanisasi pertanian dengan mengadakan alat-alat pertanian untuk meringankan biaya operasional petani. Kami juga mengajak, yuk kita beri satu pemahaman melalui Kepala Desa dan perangkatnya, sampai ke tingkat RW dan RT, guna memberikan inovasi-inovasi kebijakan yang bisa ditopang melalui dana desa,” ujar Bupati sembari menyebutkan bahwa tahun depan pemeirntah menaikkan anggaran dana desa, masing-masing desa akan mendapatkan tambahan sebesar Rp 124 juta.

Pemkab Wonogiri dalam memberikan keberpihakan kepada petani, diwujudkan melalui program dan kegiatan pengembangan mekanisme pertanian, pembentukan satuan tugas pengawasan pupuk, pengembangan desa mandiri benih, pengembangan usaha pangan masyarakat, pengembangan sentra tanaman buah. Juga melakukan pengembangan sarana dan prasarana balai benih, dan peningkatan pengetahuan petani tentang manajemen pasca-panen serta memberikan fasilitasi penguatan cadangan pangan masyarakat dan pembentukan lembaga distribusi pangan masyarakat. Harapannya, mampu mengangkat produktifitas budidaya pertanian, meningkatkan pendapatan petani, yang muaranya untuk peningkatan kesejahteraan.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here