Bagikan
SOSIALISASI: Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding memberi sosialisasi pengelolaan sampah di Magelang, Minggu (20/11)

MAGELANG – Kasubdit Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Restu Yuliani, mengatakan, pemerintah mendorong pengelolaan sampah. Di mana daerah diharapkan terlibat sesuai target pemerintah, yakni 30 persen pengurangan dan 70 persen pengolahan sampah.

Dia mengatakan hal itu usai sosialisasi pengembangan bank sampah dalam program infrastruktur hijau menuju Indonesia bersih sampah 2025. Acaranya di Rumah Makan Rejosari, Ngrajeg, Magelang, Minggu (20/11). Ditegaskan, masyarakat sudah harus mengubah perilaku bagaimana mengelola sampahnya dari sumber kemudian ke hilir. Maka dilakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK. Karena ibu-ibu PKK yang menjadi sumber banyaknya sampah. Baik berupa sampah rumah tangga dan sejenisnya.

Dia mengharap dimulai dari tingkat RT dan RW digalakkan bagiamana membuat bank sampah di seluruh RT dan RW. Karena akan memberikan semacam pendorng program pemerintah dalam pengursannnya. Diharapkan tahun 2025 Indonesia bebas dari sampah. Maka, kata dia, program itu mendorng ke sana melalui dorongan untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat, terkait dengan pengelolaan sampah.

Sejalan dengan itu sejak sekarang perlu mengubah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Maka sudah mulai dibuat bank sampah di setiap RT atau RW. Selain itu perlu memilah sampah sebelum membuangnya ke bank sampah.

Dia menambahkan, berkat aspirasi dari anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding, pada acara yang sama diserahkan bantuan kendaraan roda tiga untuk membuang sampah dari bank sampah ke tempat pembuangan akhir sampah. Bantuan motor roda tiga itu bertujuan untuk mendorong pengelolaan sampah yang sudah ada di masyarakat. Maka dengan motor itu bisa meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga. ”Ibu rumah tangga ikut menjadi ujung tombak dalam menangani sampah rumah tangga. Upaya itu untuk mendorong capaian tahun 2025 sudah bebas sampah,” tandasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding yang hadir dalam acara itu mengatakan,
sekarang ini penguasaan teknologi dalam pengelolaan sampah bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui teknologi dalam pengelolaan sampah yang baik, tentu juga dapat membuat lingkungan semakin baik dan sehat. ”Sampah yang dikelola dengan sentuhan teknologi dan seni bisa menghasilkan produk daur ulang sampah yang baik,” katanya.

Sosialisasi tersebut diikuti 16 kepala desa (kades) di wilayah Kabupaten Magelang, tujuh kades dari Kabupaten Purworejo, dan enam kades dari Kabupaten Temanggung. Selain itu pengelola sampah di Kabupaten Magelang.

Bantuan kendaraan sampahnya terdiri tujuh unit untuk Purworejo, tujuh unit untuk Kabupaten Temanggung, dan 16 unit untuk Kabupaten Magelang. Tujuan bantuan itu untuk meningkatkan pengelolaan sampah agar bisa lebih baik dan meningkat. (ach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here