Bagikan
MATERI: Analis Kebijakan Fungsional Kementerian Pariwisata, Rinto Taufik Simbolon memberi materi pada TOT Pengelola Homestay di Magelang, Senin (19/11).

MAGELANG – Sektor wisata akan menjadi sumber ekonomi nasional. ”Tren ekonomi ke depan adalah pariwisata,” kata Analis Kebijakan Fungsional Kementerian Pariwisata, Rinto Taufik Simbolon, Senin (19/11).

Dia mengatakan hal dalam acara Training of Trainer (TOT) Pengelola Homestay, di Hotel Atria, Magelang. Acara itu berlangsung 19 sampai 22 November. Kegiatan dalam rangka pengembangan desa wisata melalui pendampingan itu dengan 10 peserta dari Jateng dan 10 dari DIY.

Dikatakan, untuk mengembangkan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, harus merangkul semua pihak terkait. Misalnya saja membuat paket produk pariwisata. Selanjutnya butuh satu derap langkah dan satu tujuan. ”Melalui pariwisata penerimaan pendapatan daerah, devisa, dan penyerapan lapangan kerja yang paling mudah dan murah,” imbuhnya.

Disebutkan, Kementerian Pariwisata menargetkan tahun depan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 20 juta orang. Dari jumlah itu Yogyakarta, Solo, Semarang, Magelang (Joglosemar) dijatah dua juta wisman. Semua butuh persiapan, salah satunya tempat menginap seperti homestay dan hotel. Oleh karena itu persiapan paling cepat adalah homestay. Karena bangunan rumahnya sudah ada, tinggal di-upgrade sedemikian rupa. Selain itu perlu di tingkatkan kapasitasnya, sehingga layak untuk wisatawan. Melalui TOT itu diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan pelayanan homestay.

Ketua Panitia TOT, Frianty Kartika Widhi menambahkan, pemerintah memberikan pendampingan di enam desa yang menjadi pilot project pada lima destinasi prioritas pariwisata di Indonesia. Yakni Desa Sigapiton (Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara), Desa Ngadas (Bromo-Tengger-Semeru, Kabupaten Malang, Jatim), Desa Sasak Ende dan Desa Bilebante Mandalika, Kabupaten Lombok Tenggara, NTB), Desa Liang Ndaru (Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT), dan di Desa Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, penyambut baik pelatihan tersebut. Tahun ini ada 173 homestay di Kecamatan Borobudur dan 49 di luar Borobudur.
Untuk menghadapi terget tahun depan dengan jumlah wisman dua juta orang memang butuh penginapan. Untuk membangun hotel butuh waktu lama dan biaya tinggi. Maka paling tepat memang pengembangan homestay.

Sementara itu jumlah desa wisata di daerah itu 51 buah. Hampir seluruh kepala desa berharap ingin desanya menjadi desa wisata. Sejalan dengan itu TOT tersebut diharapkan bermanfaat untuk penyambutan wisman tahun depan. (ach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here