Bagikan
KOORDINASI: Anggota Komisi V DPR RI Ir H Sudjadi (paling kanan) berkoordinasi dengan lembaga terkait atas rencana pemasangan lampu penerangan jalan menuju 19 Balkondes di Borobudur.

BOROBUDUR – Jalan menuju ke 19 Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang ada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, bakal terang karena akan segera dilengkapi lampu penerangan jalan umum (LPJU). Realisasi pemasangannya secara bertahap, menyesuaikan kesiapan anggara dari Pemerintah Pusat.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Anggota Komisi V DPR RI Ir Sudjadi, dengan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah X Jateng – DIY, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Prasetyo Kentjono, Camat Borobudur Nanda Cahya Pribadi, dan sejumlah kepala desa (kades), Minggu petang (25/11). Pertemuan tersebut dilaksanakan di Balkondes Karangrejo, Borobudur. Rencana pemasangan LPJU untuk seluruh Balkondes itu melalui aspirasi anggota DPR RI, dengan biaya dari Pemerintah Pusat.

Ir Sudjadi dalam kesempatan itu mengatakan, Borobudur merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dari 20 desa, sejauh ini sudah dibangun 19 Balkondes oleh sejumlah BUMN. Hasil pengamatan dia, selama ini jalan menuju Balkondes masih gelap karena belum ada LPJU-nya.

Maka dilakukanlan koordinasi dengan Camat Borobudur, serta para kepala desa. Tujuannya untuk merealisasikan usulan LPJU masuk ke Balkondes. Untuk keperluan itu kepala desa diminta membuat surat permohonan yang ditujukan kepada dia selaku wakil rakyat, yang selanjutnya akan diperjuangkan di Pemerintah Pusat.

Untuk tahap pertama setiap desa diupayakan mendapat 20 titik LPJU. Dalam waktu dekat Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah X Jateng-DIY akan menugaskan stafnya untuk melakukan survei teknis guna menentukan titik pemasangan lampunya. Mengingat keterbatasan dana, untuk tahap awal yang akan dipasang LPJU adalah jalan menuju Balkondes Borobudur, Karangrejo, Karanganyar, Bigaran, Ngadiharjo, Tegalarum, Wanurejo, dan Giripurno.

Dia memiliki gagasan itu karena sebagian jalan desa telah mendapat bantuan pengaspalan dari Kementrian PUPR. Itu karena Borobudur merupakan kawasan strategis pariwisata nasional, sehingga memang menjadi sebagian tanggung jawab Kementerian PUPR. Namun karena panjang jalan di masing-masing desa di area tersebut cukup panjang, dia khawatir tentang perawatannya. ”Apakah mungkin Kementerian PUPR memberikan subsidi pemeliharaan jalan di kawasan strategis nasional pariwisata Borobudur,” katanya.

Sementara itu Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah X Jateng – DIY, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Prasetyo Kentjono, mengatakan, direncanakan LPJU yang akan dipasang setinggi 5-6 meter dengan jarak antar tiang sekitar 30 meter. Masa pemeliharaannya selama enam bulan.

Dalam koordinasi tersebut sejumlah kades mempertanyakan jenis lampunya menggunakan tenaga listrik atau solar cell. Yang menjadi kendala, kalau menggunakan tenaga listrik dana untuk pembayarannya dari mana, sedangkan kalau menggunakan solar cell biaya pemeliharaannya mahal. (ach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here