Bagikan
Wakil Ketua DPRD Wonogiri, Sunarmin (tengah), menyerahkan cenderamata kepada Hasanudin yang mewakili DPRD Kota Medan. Ikut mendampingi Wakil Ketua DPRD Wonogiri, Suhardono (kanan) bersama Ketua Komisi 2 dan 4, Sriyono dan Sardi (kedua dan kesatu dari kiri).(SMNet.Com/bp)

MEDAN – Napoleon Bonaparte, panglima perang yang namanya masyhur di dunia dan melegenda, pernah mengatakan: ”Gaung pemberitaan pers melebihi ledakan seribu bedil.” Panglima perang Kerajaan Perancis yang lahir Tanggal 15 Agustus 1769 ini, begitu memahami betapa penting peran pers dalam mendukung eksistensinya untuk menggapai sukses berkarir sebagai pemimpin.

Pada Tahun 1802, Napoleon Bonaparte, dipilih oleh rakyat Perancis menjadi konsul, yang selang dua tahun kemudian dinobatkan sebagai kaisar. Setelah sebelumnya, pada usia 25 tahun dipercaya menjadi panglima prajurit Kerajaan Perancis. Popularitasnya melambung oleh pemberitaan koran. Selama 11 tahun, dia sukses memimpin serangkaian perang dan penaklukan. Sebagai salah satu panglima besar di dunia, riwayat penaklukan dan strategi perangnya, dipelajari oleh sekolah-sekolah di dunia.

Roh tentang betapa penting peran media massa dalam mendukung sukses Napoleon Bonaparte, ditangkap oleh jajaran DPRD Kabupaten Wonogiri, utamanya yang berkaitan dengan filosofi ‘gaung pemberitaan media pers melebihi ledakan seribu bedil.’ Hal ini pula yang mendorong jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Wonogiri, peduli mengajak para awak media massa untuk melakukan studi banding ke DPRD Kota Medan dan ke DPRD Kabupaten Karo di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Studi banding berlangsung Tanggal 26 sampai dengan 29 Nopember 2018, dengan melibatkan biro travel Nabila ini, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Wonogiri, Sunarmin, didampingi Ketua Komisi 1, Sugeng, Ketua Komisi 2, Sardi, dan Ketua Komisi 4, Sriyono, serta Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Wonogiri, Sutopo, bersama staf. Di DPRD Kota Medan, diterima oleh Kabag Perundang-undangan Hasanudin. ”Di Kota Medan ada 43 orang wartawan yang selama ini setia melakukan peliputan kegiatan di DPRD,” jelas Hasanudin.

Keberadaan para insan pers dari media cetak, eletronik maupun media online ini, dinilai memberikan kontribusi positif. Utamanya dalam pemberitaan yang menyangkut tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) DPRD. Berkat adanya kerjasama dengan awak media ini, menjadikan kegiatan yang dilakukan para legislator di Kota Medan, dapat terpublikasikan secara luas kepada masyarakat. ”Kami menempatkan media untuk menjadi corongnya DPRD,” tegas Hasanudin.
Untuk kepentingan publikasi, DPRD Kota Medan terbuka kepada para wartawan. Terbangun komunikasi dua arah antara DPRD bersama insan pers dalam bingkai kemitraan yang saling mendukung Tupoksi. Para pimpinan dan masing-masing anggota Dewan, memiliki kebebasan untuk memberikan keterangan kepada awak media, termasuk melalui masing-masing farksinya.

Gedung DPRD Kota Medan dibangun menjulang tinggi dalam konstruksi bertingkat-tingkat. Pemkab Kota Medan memungkinkan membangun gedung perkantoran Dewan secara megah, mengingat APBD Kota Medan mencapai Rp 5,7 triliun, dan posisinya berada di ibukota Provinsi Sumatera Utara, sebagai Kota Raya terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Jumlah APBD Kota Medan ini, terhitung berlipat dua kali dibandingkan dengan APBD Kabupaten Wonogiri yakni sebesar Rp 2,3 triliun.

Penegasan sama, juga disampaikan secara terpisah oleh M Rafi Ginting dan Onasis Sitepu, yang tampil mewakili pimpinan DPRD Kabupaten Karo. Saat menerima rombongan Pimpinan DPRD Wonogiri bersama para awak media, Rafi Ginting dan Onasis Sitepu, didampingi Sekretaris DPRD Kabupaten Karo, Petrus Ginting, dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Kabupaten Karo, Joko Sujarwanto. ”Selama ini, hubungan kami dengan pers berjalan baik, dan tidak ada yang saling menyudutkan,” jelas Onasis Sitepu. Politikus dari Fraksi PKPI DPRD Kabupaten Karo, menyebutkan, hubungan baik ini terwujud pula dengan sesama individu para anggota Dewan.(SMNet.Com/bp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here