Bagikan
Koloni tawon Gung (Apis dorsata), dalam satu sarang jumlahnya mencapai ribuan. Sebagai lebah liar, memiliki perangai ganas, sering dijuluki tawon setan, dan sengatan racunnya mematikan.(SMNet.Com/dok)

WONOGIRI – Nasib naas menimpa Adi Cipto Purwanto (28), warga Dusun Duwet RT 1/RW 9, Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Guru Olahraga SMA Veteran 3 Tambakromo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul DI Yogyakarta ini, meninggal karena diserang sengatan ribuan koloni tawon Gung (Apis dorsata). Yakni tawon (lebah) liar ganas, yang populer pula disebut pula sebagai tawon setan, yang sengatan racunnya mematikan.

Camat Eromoko, Danang Erwanto, Rabu (5/12), menyatakan, tragedi maut yang merenggut nyawa Adi Cipto Purwanto ini, berlangsung Selasa sore (4/12). Jenazah korban, Rabu (5/12), dimakamkan dengan diantar banyak pelayat. Kepala SMP Negeri 4 Pracimantoro, Agus Sumarno, ikut melayat ke rumah duka. Demikian halnya dengan Guru Mudjoko, juga ikut datang bersama puluhan warga yang takziah. Korban tewas meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kapolsek Eromoko Iptu Anom Prabowo, melalui kasubag Humas Polres Kompol Hariyanto, menyatakan, saat kejadian korban ditemani oleh lima orang rekannya. Awaknya, Adi Cipto berniat akan mengunduh madu tawon liar sendirian. Tapi lima rekannya tidak tega, dan kemudian menemani kepergian Adi. Kelima rekannya terdiri atas Supriyanto (45), Wasito (30), Kanto (45), Sudarto (30) dan Sutrisno (30), semuanya merupakan penduduk asal Dusun Tempuran Kidul dan Dusun Tempuran Lor, Desa Tempurharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Warga menyebutkan, korban memang punya pengalaman mengunduh madu liar tawon yang bersarang di kebun maupun kawasan hutan. Namun sial bagi Adi, saat melakukan pengunduhan madu di sarang tawon gung yang berlokasi di Dusun Migit, Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, mengalami gagal dan berdampak fatal bagi keselamatan dirinya. Sebab, ketika berupaya mengunduh madu tawon di sarangnya, mendadak korban diserang ribuan tawon liar tersebut, dan menjadikan dia terpelorot dari pohon kelapa yang dipanjatnya. Dia terhempas jatuh ke tanah berbatu, dari ketinggian sekitar 3 Meter, dengan tetap diserang oleh koloni tawon gung mengganas karena terganggu sarangnya diusik tersebut.

Kelima rekannya segera memberikan pertolongan bersama pamong desa dan warga setempat, untuk mengangkut korban ke Klinik Pengobatan Mulya Darma di Kecamatan Eromoko, Wonogiri, dalam upaya memberikan pertolongan secara medis. Tapi nyawa Adi Cipto Purwanto tidak tertolong, karena keburu meninggal dengan luka pada dahu dan mengalami tanggal gigi karena terjatuh dari pohon kelapa, serta di hampir sekujur tubuhnya dipenuhi oleh sengat tawon liar yang beracun mematikan.

Camat Eromoko, Danang Erwanto, menyebutkan, korban sebenarya telah terbiasa mencari madu dengan cara mengunduhnya dari sarang tawon liar yang hidup di kawasan hutan atau lahan tegalan yang jauh dari pemukiman. Namun malang, pada pengunduhan kali ini dia gagal. Sebab, selagi belum mendapatkan madunya, keburu telah diserang secara ganas oleh tawon Gung dan menyebabkan dia melorot berusaha menghindar dari pemanjatan pohon kelapa, namun terjatuh karena tidak kuat menerima sengatan yang bertubi-tubi dari koloni tawon gung tersebut.

Mengapa kali ini tawon yang akan diunduh madunya keburu mengamuk dan menyerang Adi Cipto Purwanto ? ”Bisa jadi dia salah perhitungan dalam menentukan waktu pengunduhan. ”Musimnya saat ini tidak tepat untuk melakukan pengunduhan madu, sebab saat ini tawon berperangai agresif dan mudah mengamuk manakala merasa ada yang mengusiknya,” jelas Camat Eromoko, Danang Erwanto.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here