Bagikan
Para relawan siaga bencana dari TRC BPBD Wonogiri bersama personel Polsek, Koramil, Kantor Kecamatan Pracimantoro, pamong desa, bersama warga melakukan kerja bakti di lokasi bencana tanah bergerak.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Bencana alam tanah bergerak, Minggu pagi (30/12), terjadi di Dusun Joho Kidul RT 2/RW 10, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro (50 Kilometer arah barat daya Kota Wonogiri). Camat Pracimantoro, Warsito, menyatakan, dampak dari bencana tanah bergerak tersebut, telah merobohkan bangunan rumah dapur milik Tukijan (50). Tidak ada korban jiwa, karena penghuni rumah berkesempatan menyelamatkan diri.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, menyatakan, dari hasil pengecekan ke lokasi diperoleh temuan adanya pergerakan tanah yang terjadi akibat pengikisan batuan kapur bawah tanah akibat tergerus limpahan air hujan. Lokasinya berada sekitar 20 Meter dari jarak mulut luweng (lubang perut bumi) yang mengalami gerakan ambles (runtuh ke bawah permukaan tanah) dan berdampak adanya penurunan tanah permukaan sekitar 10 CM dengan keretakan tanah memanjang sekitar 1 Meter.

Pengaruh adanya pergerakan tanah tersebut, telah menyebabkan bangunan rumah dapur milik Tukijan bagai teruntir (bergerak memusar) mengikuti pergerakan tanah, yang kemudian hancur dan roboh. Kondisi hancurnya rumah dapur, juga dipengaruhi karena bangunan tersebut telah rapuh. Lokasi tempat tinggal Tukijan, beberapa waktu lalu masuk dalam obyek penelitian batuan kars yang labil, dari Badan Geologi PVMBG Bandung. PVMBG adalan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, yakni salah satu unit di lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berpusat di Bandung.Tim BPBD Kabupaten Wonogiri yang mendatangi lokasi, telah memberikan bantuan logistik, untuk mendukung upaya pemulihan secara darurat. Ikut membantu usaha pemulihan darurat, jajaran Polsek Pracimantoro pimpinan Kapolsek AKP Dwi Krisyanto, anggota TNI Koramil Pracimantoro Serda Didik Siswadi yang menjabat sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), aparat Kecamatan Pracimantoro pimpinan Camat Warsito, pamong desa bersama warga masyarakat.

Tindakan darurat yang dilakukan, yakni kerja bakti penanganan mitigasi sementara dengan mengalihkan aliran air dari lokasi keretakan, serta melakukan peninggian lokasi sekitarnya, tujuannya untuk membelokkan aliran air agar tidak masuk ke mulut luweng. Hal ini sebagai antisipasi menghindari terjadinya keretakan susulan, yang dapat memicu terjadinya pergerakan tanah dan batuan kapur yang mengalami kerapuhan. Berdasarkan pendataan BPBD, diameter lubang luweng setempat mencapai 50 CM di permukaan dan mengerucut mengecil ke arah bawah dengan diameter 3 Meter dan membentuk lubang perut bumi berkedalaman sekitar 8 Meter.

Sementara itu, Minggu sore (30/12), terjadi bencana angin hujan yang menumbangkan pohon melintang jalan di jalur Wonogiri (Jateng)-Gunungkidul (DI Yogyakarta). Tepatnya di ruas Gunung Belah Kilometer 3. Menyebabkan arus lalu lintas macet, dan segera dapat terpulihkan setelah para relawan siaga bencana dari Tim Reaksi Cepat BPBD turun ke lokasi melakukan penanganan.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here