Bagikan
Karena knalpot sepeda motornya bersuara memekakkan telinga, tiga kawanan pemuda pemabuk yang mengendarai dua sepeda motor, dihentikan untuk dibawa ke Kantor Polsek Jatipurno. (SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Tiga kawanan pemabuk, Selasa dinihari (1/1) pukul 01.00 diamankan oleh jajaran Polsek Jatipurno Polres Wonogiri pimpinan Kapolsek Iptu Edi Hanranto. Trio kawanan pemuda pemabuk ini, baru saja minum miras jenis ciu, untuk merayakan penyambutan malam pergantian Tahun Baru 2019. Mereka pada awalnya diamankan, karena mengendarai dua sepeda motor yang komponen sarangan knalpotnya dicopot, atau populer disebut jenis knalpot bronk untuk memunculkan suara deru mesin gas buang yang memekakkan telinga.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kapolsek Jatipurno Iptu Edi Hanranto, melalui Kasubag Humas Polres Kompol Hariyanto, menyatakan, tiga kawanan pemuda itu terdiri atas Adhitya Prambandaru (18), Jihan Alviansyah (17) dan Yoga Andriyan (19). Trio kawanan yang mengendarai dua sepeda motor ini, mengaku sebagai warga asal Dusun Plalar dan Dusun Tungkluk, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Trio pemuda pemabuk ini, awalnya hanya sebatas dihentikan karena dari knalpot sepeda motornya bersuara keras memekakka telinga, membuat bising serta menggangu masyarakat di waktu dinihari. Ketika mereka dibawa ke Kantor Polsek Jatipurno, baru kemudian diketahui bau alkohol dari mulutnya dan dalam keadaan mabuk. Ketika ditanya petugas, mereka menjawab baru saja pesta minuman keras (miras) untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Seusai pesta miras, kemudian mengendarai sepeda motornya, berlalu-lalang di ruas jalan utama Ibukota Kecamatan Jatipurno (40 Kilometer arah timur laut Kota Wonogiri). Termasuk wira-wiri (berulangkali) lewat di depan Kantor Koramil dan Kantor Polsek Jatipurno.

Mengingat suara dari knalpotnya membuat bising dan mengganggu masyarakat, kemudian dihentikan oleh personel Polsek. Tiga kawanan pemabuk ini, kemudian dibawa ke Kantor Polsek Jatipurno untuk diberikan pembinaan dan pemahaman bahwa jenis knalpot bronk yang mereka miliki tersebut, merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Nomor: 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dari Kecamatan Baturetno dan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, diperoleh informasi juga menggelar pesta kembang api untuk merayakan Tahun Baru 2019. Camat Baturetno, Teguh Setyono, menyatakan, perayaan penyambutan malam tahun baru dikemas dalam event Mbatu Unite, yang rangkaian kegiatannya dilakukan dua hari, yakni Tanggal 30 dan 31 Desember 2018. ”Pesta kembang api yang berlangsung di perempatan Kota Pracimantoro, itu diadakan swadaya masyarakat,” ujar Camat Pracimantoro, Warsito.

Sementara itu, Camat Danang Erwanto, menyatakan, perayaan malam old and new year digelar sederhana di pendapa kecamatan dengan menampilkan hiburan musik elektone dan menyembelih 2 ekor kambing untuk pesta gulai. Kemudian dari Kecamatan Slogohimo, Camat Khamid Wijaya, menyatakan, perayaan malam penyambutan pergantian tahun, digelar di pendapa kecamatan. Event ini dikemas dalam sajian Gebyar Budaya oleh para seniman yang tergabung dalam komunitas Gumanti, dengan menyajikan hiburan musik Campursari.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here