Bagikan
Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa didampingi Kasubag Humas Kompol Hariyanto (tengah dan kanan), memberikan keterangan tentang penanganan kasus anggota Armed gadungan, yang kini ditahan di Polres Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Anggota Yon Armed (Batalyon Artleri Medan) Sersan Satu (Sertu) gadungan, Arys Setiawan (25), yang kedapatan membawa sangkur atau pisau belati, kini terancam hukuman 10 tahun penjara. Pria asal Desa Sukaresmi RT 2/RW 1, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, ini dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951.

Para keramaian perayaan malam Tahun Baru 2019 di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Tim gabungan TNI dan Polri mengamankan tersangka ketika ikut berjoget di keramaian hiburan musik Dangdut Campursari pada perayaan malam old and new year. Saat ngibing, dia membuka jaketnya untuk memamerkan bawaan senjata tajam jenis sangkur ( belati).

Tersangka Arys Setiawan, kemudian dibawa ke Kantor Koramil Tirtomoyo. Ini berkaitan karena memperkenalkan diri sebagai Sertu anggota TNI-AD Yon Armed 7 Bantar Gebang, Bekasi. Tapi, tersangka tidak paham tentang NRP dan tidak dapat mengucapkan Sapta Marga. Ketika diketahui bukan anggota TNI, maka tersangka kemudian diserahkan kepada Kapolsek Tirtomoyo AKP Sarno, dan kemudian kasusnya dilimpahkan ke Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa dengan didampingi Kasubag Humas Polres Kompol Hariyanto, Kamis (10/1), menjelaskan, tersangka kini ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Wonogiri. Dalam pemeriksaan penyidik, Arys Setiawan, pria kelahiran Tanggal 2 Juni 1993, ini mengaku sebagai backing PT Reka Cipta. Bersama tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebilah sangkut (belati), sepeda motor Honda CBR-150 R berplat nomo AD 3212 VI.

Menurut Paur Subag Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono, UU Darurat No. 12 Tahun 1951 adalah Undang-undang tentang mengubah Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen (Staatsblad/Stbl 1948 Nomor: 17) dan UU Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948 (UU Darurat No: 12/1951). Pada Pasal 2 ayat (1) disebutkan, barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul,senjata penikam atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukumanpenjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara.

Kemudian pada ayat (2), disebutkan, pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan sah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here