Bagikan
Wapres Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Adipura kepada Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina. (SMNet.Com/dok)

 

MAGELANG-  Pemkot Magelang berkomitmen bersama masyarakat menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

‘’Caranya, antara lain dengan menggunakan tempat minum sendiri, sehingga tidak membeli air kemasan. Ketika belanja ke mall kita bawa tas sendiri dari rumah. Juga memanfaatkan bahan-bahan non plastik untuk segala kebutuhan maupun belanjaan,’’ urainya.

Dia mengemukakan itu usai menerima penghargaan Adipura yang diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (14/1).

Windarti mengaku sangat bangga Kota Magelang untuk kesekian kalinya menerima penghargaan Adipura. Selain itu, penghargaan itu juga sudah menjadi langganan bagi kota kecil terdiri atas tiga kecamatan dan 17 kelurahan tersebut. Sekaligus itu merupakan wujud kinerja daerah dalam pengelolaan lingkungan yang dinilai sudah baik.

Menurutnya, penghargaan yang diterima ini merupakan wujud nyata partisipasi dan peran aktif seluruh masyarakat Kota Magelang, pemerintah, dunia usaha dan stakeholder.

‘’Ini membuktikan selama ini pengelolaan kebersihan dan sampah di Kota Magelang sudah on the right track. Penghargaan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Mahbub Yani Arfian.

Windarti juga menghimbau agar program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) kembali digalakkan di seluruh sudut Kota Magelang.

Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar mengemukakan, tahun ini 119 kota/kabupaten yang menerima penghargaan Adipura. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik.

Dia menegaskan, beberapa kota/kabupaten yang tahun sebelumnya menerima penghargaan Adipura, tahun ini tidak mendapatkan. Karena pengelolaan sampah di daerah tersebut masih menggunakan sistem open dumping.

‘’Pemerintah saat ini mewajibkan daerah untuk mengelola sampah dengan sistem sanitary landfill atau sekurang-kurangnya controlled landfill, bukan lagi open dumping,’’ tegasnya.

Saat ini, lanjut Siti, pemerintah tengah menyiapkan program Adipura tahun 2025 yang menjadi roadmap target kebijakan dan strategi nasional pengolahan sampah. Yakni 30 persen pengurangan, 70 persen penanganan. ‘’Diharapkan tahun 2025 sudah tidak ada lagi sampah berserak atau 100 persen sampah dikelola,’’ ungkapnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan selamat kepada daerah-daerah penerima penghargaan dan meminta agar capaian tersebut terus ditingkatkan.

Dia juga meminta agar tidak hanya daerah terbersih saja yang mendapat sorotan dan perhatian, namun juga daerah terkotor. Hal itu, dinilainya dapat meningkatkan motivasi daerah tersebut agar memperhatikan masalah kebersihan.

‘’Pernah suatu daerah yang dikatakan terkotor, dipublish dan diketahui orang banyak. Tahun selanjutnya, daerah tersebut justru mendapatkan penghargaan Adipura,’’ ungkapnya. (SMNet.Com/dh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here