Bagikan
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub (tengah) didampingi Anggota Bawaslu Joko Wuryanto (kiri), ketika bertugas melakukan klarifikasi terkait aduan kasus KMS yang diduga bermuatan politis.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri, memeriksa kasus aduan tentang temuan ratusan lembar Kartu Menuju Sehat (KMS) yang diduga bermuatan politis. Disebut bermuatan politis, karena di lembar KMS ikut tercetak foto Calon Anggota Legislatif (Caleg) Endang Maria Astuti, yang kini maju sebagai Caleg DPR-RI dari Partai Golkar untuk Pemilu 2019.

Terkait ini, Bawaslu telah melakukan investigasi dan klarifikasi. Endang sebagai pihak terlapor, juga telah dimintai klarifikasi oleh Bawaslu. Pada Pemilu 2019 ini, Endang yang merupakan warga Lingkungan Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, saat ini masih aktif sebagai Anggokta Komisi VIII DPR-RI. Dia maju lagi menjadi Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jateng, meliputi Kabupaten Wonogiri, Sragen dan Karanganyar untuk Pemilu 2019 ini.

Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub berkata: ”Namun kasus ini tidak dapat diregister, karena tidak memenuhi syarat formil maupun materiil.” Dijelaskan, KMS yang dilaporkan bermuatan politis tersebut, dicetak dan diedarkan pada Tahun 2011. ”Jadi tidak terkait dengan tahapan Pemilu 2019,” tegasnya.

Hasil investigasi yang dilakukan Bawaslu, KMS itu dicetak sebagai kartu pencatatan hasil monitoring kesehatan para lansia di Posyandu Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri. Saat melakukan pengusutan, Bawaslu menemukan KMS yang dicetak dengan menyertakan foto Endang ada sebanyak 1.380 lembar yang belum digunakan dan masih tersimpan di Kantor Posyandu. Sebanyak 299 lembar lainnya, sudah digunakan sebagai KMS lansia di RT 3, 4, 6, 7, 9, 10 dan 12 di Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Ketika datang memenuhi panggilan ke Kantor Bawaslu Wonogiri untuk dimintai klarifikasinya, Endang, menjelaskan, tidak tahu menahu kalau ada cetakan KMS yang menyertakan foto dirinya. Kata Endang, dulu pernah memberikan bantuan dana Rp 1 juta ke pengurus Posyandu Wonoboyo. Dana diberikan, setelah pengurus Posyandu meminta bantuan kepada dirinya, dengan alasan untuk mencetak KMS lansia. Ketika itu, pengurus Posyandu tidak memberitahu kalau KMS yang dicetak terdiri dua jenis. Yakni yang ikut menyertakan fotonya, dan KMS yang menyertakan foto Endang bersama suaminya.

Meyikapi hal ini, Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengimbau kepada Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Wonogiri, untuk melakukan pengecekan KMS di seluruh pelayanan Posyandu. Bila menemukan KMS yang ada foto Endang dan foto tokoh politik lain yang mencalegkan, ada baiknya untuk ditarik saja, dan digantikan KMS yang bebas dari foto Caleg. Dinkes Kabupaten Wonogiri, juga diimbau agar melarang pihak ketiga yang tanpa memiliki kewenangan, melakukan pencetakan KMS. Karena kewenangan mencetak KMS, itu sepenuhnya ada pada instansi Dinkes, baik itu di tingkat Kabupaten Wonogiri maupun di tingkat Provinsi Jateng.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here