Bagikan
Aparat Polsek Slogohimo Polres Wonogiri, mendatangi ke SMP Negeri 1 Slogohimo, untuk meredam aksi unjuk rasa para murid yang menolak guru HM, karena kasar dan suka melakukan pelecehan seksual pada siswi.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Asi unjuk rasa, Sabtu (26/1), dilakukan oleh ratusan siswa SMP Negeri 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Mereka menolak agar guru Bahasa Inggris di sekolahnya, HM (52), segera dipindahkan dari sekolahnya, karena ulahnya membuat trauma para murid. Sebab, dia suka kasar kepada murid ketika mengajar, dan berbuat tidak senonoh kepada para siswi, yakni senang menempelkan alat vitalnya ke lengan siswi berparas cantik.

Kasus unjuk rasa murid ini, memunculkan aneka komentar dari orang tua siswa, yang mendesak agar guru HM dibebaskan dari tugas mengajar. Bila hanya dimutasi ke sekolah lain, hal itu diibaratkan hanya memindahkan musang dari kandang ayam ke kandang burung puyuh. Sebab Guru HM disebutkan memiliki track record negatif. Sebelumnya, dia mengajar di SMP Negeri 1 Puhpelem, dan sekitar Bulan April 2018 lalu, dimutasi ke SMP Negeri 1 Slogohimo. Penyebabnya, disebut-sebut karena suka melakukan tindak pelecehan seksual kepada siswinya.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kapolsek Slogohimo AKP Kukuh Wiyono, melalui Kasubag Humas Polres Kompol Hariyanto, membenarkan aparat Polsek Slogohimo telah mendatangi ke SMP Negeri 1 Slogohimo untuk mengamankan aksi unjur rasa murid. Aparat Polsek mendatang SMP Negeri 1 Slogohimo, dalam upaya menenangkan situasi dan mencegah agar aksi para murid tidak berkembang ke perbuatan anarkis.

Sebab, sepeda motor milik Guru HM ikut menjadi sasaran kemarahan para murid yang melakukan aksi unjuk rasa. Untuk meredam aksi unjuk rasa para siswa ini, datang ke sekolah anggota Polsek Slogohimo, yakni Aiptu Parmin yang menjabat sebagai Kasi Humas Polsek Slogohimo dan Bripka Gatot selaku Kanit Provost Polsek Slogohimo. Tujuan mendatangi ke SMP Negeri 1 Slogohimo, untuk menenangkan suasana dan mencegah agar aksi unjuk rasa para siswa tidak berkembang menjadi tindak anarkis.

Polisi masih mendalami kasus perilaku tidak senonoh Guru HM. Karena yang kini terungkap, baru tindak kekerasan Guru HM saat mengajar. Yakni dia telah mengamcam dan menempelkan kepalan tangannya ke dagu salah seorang siswi berinisial C (7), yang dia tuduh belum mengerjakan tugas. Ini membuat si siswi menjerit dan menangis ketakutan. Pada hal, siswi Kelas 7 tersebut mengaku telah mengerjakannya. Guru HM membantah melakukan tindakan sebagaimana dituduhkan dalam aksi unjuk rasa para murid.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here