Bagikan
HM (52), Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Slogohimo, Wonogiri, berjalan menuju mobil dinas Polsek untuk menjalani evakuasi dirinya dari sasaran unjuk rasa para murid.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Harapan agar para siswa tidak mengulangi aksi unjuk rasa di sekolah, terpaksa gagal diwujudkan. Pada hari Senin (28/1), para siswa SMP Negeri 1 Slogohimo (40 Kilometer arah timur Kota Wonogiri), kembali mengulangi lagi aksinya. Ini mereka lakukan, ketika melihat Guru Bahasa Inggris berinisial HM (52) masih hadir di sekolah, meskipun para murid dalam aksi demo massa sebelumnya, menolak keberadaan guru yang bersangkutan.

Seperti diberitakan Minggu (27/1), para murid mendemo Guru HM, karena mereka anggap suka berbuat kasar melakukan tindak kekerasan kepada murid, dan ringan melakukan pelecehan seksual kepada para siswi, utamanya yang berparas cantik di dalam kelas. Yakni suka menempelkan dan menggosokan alat vitalnya ke lengan siswi cantik. Perilaku yang tidak sepatutnya dilaksanakan oleh seorang pendidik ini, sepertinya mengulang tindakannya ketika masih aktif mengajar di SMP Negeri 1 Puhpelem, Wonogiri.

Akibat dari perilakuknya itu, Bulan April 2018 lalu Guru HM dimutasikan dari SMP Negeri 1 Puhpelem ke SMP Negeri 1 Purwantoro. Tapi oleh para orang tua murid, itu hanya ibarat memindahkan musang dari kandang ayam ke kandang burung puyuh. Sebab dia tidak berhenti, tapi masih mengulangi lagi perbuatan negatifnya yang mencoreng dunia pendidik tersebut. Waluapun tuduhan ini, oleh Guru HM dibantah kebenarannya.

Seusai upacara bendera hari Senin (28/1), para murid yang masih melihat kehadiran Guru HM di barisan guru dan karyawan, spontan kembali menggelar aksi unjuk rasa beramai-ramai. Mereka menuntut agar Guru HM enyah dari SMP Negeri 1 Slogohimo, karena ulahnya telah membuat trauma para murid.

Pertemuan segera digelar dan dipimpin oleh Kasek SMP N 1 Slogohimo, dengan menyertakan perwakilan dari wali murid yang datang menemui Kasek. Pihak wali murid merasa tidak nyaman dan takut dengan keberadaan anaknya yang belajar di SMP Negeri 1 Slogohimo, selama Guru HM masih bertugas mengajar di sekolah tersebut. Perwakilan murid, minta agar Guru HM jangan mengajar lagi di SMP Negeri 1 Slogohimo.

Menyikapi situasinya berangsur memanas dan tidak kondusif, Kapolsek Slogohimo, AKP Kukuh Wiyono, bersama anggota mengambil inisiatif mengevakuasi Guru HM dari sekolah, untuk diamankan ke Kantor Polsek dan kemudian ke Kantor Korwil Dinas Pendidikan (Disdik) Slogohimo. Bersama itu, dilakukan upaya menenangkan massa murid yang berunjukrasa agar tidak berbuat anarkis. Juga dilakukan koordinasi dengan jajaran Forkopincam, Kasek dan pejabat Korwil beserta pejabat yang mewakili Kepala Disdik Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here