Bagikan
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (kiri) melakukan peninjauan ke gudang Kedung Gupit yang dipersiapkan untuk menyimpan dan merakit kotak suara Pemilu 2019. Ikut mendampingi Sekretaris KPU Wonogiri, Supardi (kedua dari kiri) dan Kapolsek Sidoharjo AKP Sumitro (kedua dari kanan).(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Gudang di Desa Kedunggupit, Kecamatan Sidoharjo (13 Kilometer arah timur Kota Wonogiri), diputuskan untuk merakit dan tempat penyimpanan sementara kotak suara. Hal ini terkait dengan pertimbangan, bahwa merakit kotak suara memerlukan tempat yang luas. Kotak suara logistik Pemilu 2019 termasuk model baru, bahannya dari karton dan salah satu sisinya transparan seperti kaleng krupuk.

Setelah selesai dirakit, logistik kotak suara nantinya didistribusikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan dan diteruskan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan. Kabupaten Wonogiri, telah menerima droping  sebanyak 19.840 kotak suara,  2.172 bilik suara, 7.826 botol tinta sebagai alat penanda pemilih yang telah menggunakan suaranya, serta sebanyak 40.982 lembar segel.

Pemilu di Kabupaten Wonogiri akan diikuti oleh sebanyak 869.824 pemilih, terdiri atas 430.476 pemilih pria dan 439.348 pemilih perempuan. KPU Kabupaten Wonogiri telah menyiapkan sebanyak 3.913 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 294 desa/kelurahan di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri. Demikian ditegaskan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi, terkait dengan tahapan pelaksanaan Pemilu 2019 di Wonogiri, termasuk rencana penggunaan gudang di Desa Kedung Gupit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Seperti diberitakan, gudang tersebut terletak di tepi ruas jalan raya Wonogiri-Sidoharjo, berdekatan dengan pompa bensin SPBU. Gudang tersebut, dulunya untuk tempat penampungan hasil bumi. Tapi kemudian telah lama dibiarkan kosong, karena tidak lagi digunakan untuk penyimpanan hasil bumi. Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati didampingi Kabag Ops Jaka Wibawa dan Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti, Senin (28/1), meninjau gudang tersebut terkait dengan adanya rencana akan digunakan KPU sebagai tempat penyimpanan logistik Pemilu 2019.

Kunjungan Kapolres ke gudang di Desa Kedung Gupit ini, didampingi oleh Ketua dan Sekretaris KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi dan Supardi serta Komesioner KPU Wonogiri dari Divisi Hukum, Pradika Harsanto, Kasubag Keuangan Umum Logistik (KUL) KPU Wonogiri, Tanto Winurdin, dan Kapolsek Sidoharjo, AKP Sumitro.

Rencananya, awal Bulan Februari 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat akan melakukan droping logistik surat suara ke daerah termasuk ke Kabupaten Wonogiri. Menyikapi hal tersebut, jajaran Polres selaku pihak yang berwenang dalam hal pengamanan, merasa perlu untuk melakukan ceking ke gudang yang akan dipakai untuk penyimpanan logistik Pemilu 2019.

Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi, Selasa (29/1), menegaskan, gudang di Kedung Gupit diputuskan tidak untuk tempat penyimpanan logistik jenis kartu suara. ”Tapi untuk menyimpan dan merakit kotak suara. Logistik kartu suara, akan disimpan di Kantor KPU Kabupaten Wonogiri, bukan di gudang Kedung Gupit,” tegasnya. Hal ini terkait dengan pertimbangan aspek keamanan dan pengawasan.(SMNet.Com/bp)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here