Bagikan
Untuk menenangkan massa murid yang menggelar demo penolakan guru, personel Polsek Slogohimo diturunkan ke sekolah. Tujuannya untuk mengendalikan agar tidak terjadi tindakan anarkis.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Guru Bahasa Inggris berinisial HM (52) yang didemo para muridnya, akhirnya dibebaskan dari tugas mengajar siswa, untuk selanjutkan ditarik ngantor di Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri. Langkah mengantorkan Guru HM ini, setelah massa pelajar di SMP Negeri 1 Slogohimo, Wonogiri, menggelar aksi demo penolakan sampai dua kali.

Kepala Dikbud Kabupaten Wonogiri, Siswanto, menyatakan khawatir manakala dipindahkan ke sekolah lain, akan memicu lagi terjadinya demo penolakan dari murid. ”Yang  bersangkutan sudah kita pindah ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sebab kalau dipindah ke sekolah lain, dikhawatirkan akan muncul lagi aksi penolakan,” tegas Kepala Dikbud Kabupaten Wonogiri, Siswanto.

Seperti pernah diberitakan, ratusan pelajar SMP Negeri 1 Slogohimo (45 Kilometer timur Kota Wonogiri), menggelar dua kali aksi demo menolak Guru HM. Aksi demo awalnya mereka lakukan Sabtu (26/1), setelah ada tindak kekerasan yang dilakukan Guru HM kepada siswi berinisial C (13) di ruangan kelas. Tapi kemudian, para murid mengulangi lagi aksi demonya Senin (28/1), ketika melihat Guru HM masih hadir ke sekolah. Massa pelajar menolak Guru HM di sekolahnya, karena juga suka melakukan pelecehan seksual kepada siswi, utamanya siswi yang berparas cantik.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti dan Kapolsek Slogohimo AKP Kukuh Wiyono, melalui Kasubag Humas Polres Kompol Hariyanto, menyatakan, polisi dua kali turun ke SMP Negeri 1 Slogohimo. Yang pertama, dilakukan untuk menenangkan suasana massa murid yang demo, dan kemudian yang kedua melakukan evakuasi Guru HM dari aksi massa siswa, untuk selanjutnya diamankan ke Kantor Korwil.

Menyikapi dua kali aksi demo massa siswa ini, kemudian digelar rapat bersama di Kantor Korwil Dikdub Slogohimo, yang diikuti oleh masing-masing dari perwakilan murid, orang tua siswa, pihak sekolah, pejabat Dikbud Korwil dan pejabat Dikbud Kabupaten. Murid dan orang tua siswa menolak Guru HM mengajar di SMP Negeri 1 Slogohimo, karena juga mendapatkan informasi yang bersangkutan memiliki track record jelek ketika dulu dia mengajar di SMP Negeri 1 Puhpelem. Karena itu, sejak Bulan April 2018 dimutasi ke SMP Negeri 1 Slogohimo. Tapi Guru HM membantah berperilaku jelek.

Polsek Slogohimo yang melakukan penanganan, menemukan indikasi tindak kekerasan pada siswi berinisial C yang duduk di Kelas 7-b. Itu terjadi ketika Guru HM bertugas mengampu mata pelajaran prakarya. Polisi, sejauh ini belum menerima aduan tentang perilaku pelecehan seksual yang dilakukan oleh Guru HM.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here