Bagikan
Pertigaan Pasar Gotong Royong akan dipasang ATCS oleh Dishub Kota Magelang, (SMNet.Com/dh)

 

MAGELANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang akan memasang tiga ATCS (area traffic control system) baru di tiga titik persimpangan. Rencananya pemasangan dilakukan pada Maret 2019.

Dengan penambahan itu, maka jumlah titik persimpangan yang sudah dilengkapi ATCS menjadi 11 titik. Sebelumnya sudah dipasangan di 8 titik. Pemasangan itu berdampak sangat positif,  baik untuk ketertiban lalu lintas maupun keamanan.

Kepala Dishub Kota Magelang, Suryantoro mengatakan, tiga titik pemasangan ATCS baru adalah di persimpangan  Gotong Royong, Masjid Agung Kauman (alun-alun) dan SPBU Cacaban.

Sedang 8 titik persimpangan yang sudah terpasang ATCS sejak beberapa tahun lalu antara lain Kupatan (Jalan A Yani), Menowo (Jalan A Yani), Kebonpolo (Jalan A Yani), CPM (Jalan A Yani), Rejowinangun (Jalan Jenderal Sudirman), Bayeman (Jalan Tidar), dan Canguk (Jalan Soekarno-Hatta).

‘’Alat itu perlu ditambah karena karena sangat membantu untuk ketertiban lalu lintas. Termasuk keamanan, karena tidak jarang kita dimintai tolong oleh petugas kepolisian dalam rangka pengungkapan kasus kriminal,” ujarnya di kantornya, kemarin.

Mantan Kepala Badan Kesbangpolinmas itu mengemukakan,  seperti pemasangan pada 8 titik sebelumnya, di masing-masing ATCS juga akan terpasang 3-4 TAA (traffic audio announcer) berupa pengeras suara ukuran kecil. Alat ini untuk memberikan peringatan bila pengguna jalan melakukan pelanggaran lalu lintas melalui pengeras suara.

Ini menjadi jurus mujarab bagi petugas Dishub dalam memberikan sanksi moral kepada pengendara kendaraan yang melanggar ketentuan.

Petugas akan menyampaikan langsung kepada pelanggar dari pusat pengawasan ATCS yang sudah terintegrasi dengan VMS (variable message sign). VMS merupakan sistem untuk mempermudah pengawasan arus lalu lintas di satu ruangan khusus di Kantor Dishub.

‘’Kalau ada yang melanggar, langsung kita beritahu melalui speaker itu. Misalnya, sepeda motor warna hitam, mereknya apa, nomor platnya berapa, mohon mundur ke belakang, jangan berhenti di depan marka atau garis zebra cross maupun pelanggaran lainnya,’’ terangnya.

Suryantoro menuturkan, ATCS berbeda  dengan kamera pengintai biasa (CCTV). Di antaranya gambar terlihat jelas, meski hasil rekaman dibesarkan.  ‘’Kualitas kameranya sangat bagus, karena  dituntut untuk mengetahui misalnya plat nomor kendaraan yang terjauh. ATCS ini akan lebih memudahkan tugas kami melakukan pemantauan, termasuk bila terjadi kemacetan dan kepadatan lalu lintas,’’ tuturnya. (SMNet.Com/dh)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here