Bagikan
Penyair ES Wibowo menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua PWI Kota Magelang Adidaya, (SMNet.Com/dh)

 

 

MAGELANG- Padepokan Gunung Tidar bersama warga Kampung Potrosaran, Kota Magelang memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2019. Kegiatan iti dihadiri para wartawan yang bertugas di kota itu dan masyarakat.

Acara peringatan HPN yang digelar setiap tahun di kampung itu juga dhadiri Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori. Dia menyampaikan orasi terkait pers.

Kyai yang akrab dipanggil Gus Yusuf mengemukakan, ‘’Kita pahami bersama peran media luar biasa, sehingga ada istilah siapa menguasai informasi hari ini maka dialah yang akan menguasai dunia. Maka, media sebagai pilar demokrasi diharap makin kokoh bersama rakyat dan turut membangun Indonesia ke depan yang sehat, waras dan berkebudayaan,’’ paparnya.

Dia juga menyinggung betapa bahaya dan rusaknya kalau informasi hari ini dipenuhi hoax, fitnah dan ujaran kebencian, maka yang ada adalah kehancuran dan kehancuran.

‘’Saya harap teman-teman media arus utama dan medsos betul-betul arif/bijak dalam bermedia. Khususnya media sosial berhati-hati dalam menggunakan medianya, agar apa yang dimediakan membawa manfaat dan maslahat. Kita harus bersama-sama perangi berita bohong,’’ pintanya.

Penyair ES Wibowo pada acara itu membacakan sajak berjudul ‘Dharma Warta’ yang dibuat khususuntuk semua insdan pers dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2019.

 

Pentas seni memeriahkan peringatan Hari Pers Naional di Padepokan Gunung Tidar, (SMNet.Com/dh)

 

 

Setelah tinta emas dituliskan/Diqalamkan atasmu kemuliaan/Lalu dengung kabar burung/Ditajam mata penamu larung. Untukmu yang diujar kebencian/Akar teraniaya tumbuh keberanian/Dan dharma warta di palung kalbu/Membabar kebenaran sepanjang waktu

 

ES Wibowo rutin memperingati HPN di Padepokan Gunung Tidar. Peringatan dilaksanakan sederhana kental dengan unsur seni dan budaya.

Antara lain melakukan kirab budaya keliling kampung  menyusuri Kali Kota yang menjadi prosesi wajib yang harus ada  pada peringatan Hari Pers Indonesia tersebut. Bahkan, kirab ini sudah ada sejak pertama kali peringatan ini dilaksanakan sekitar lima tahun lalu. Selanjutnya pentas seni topeng ireng dan performance art menjadi hiburan bagi warga.

Konsistensi menjadi kunci peringatan HPN yang digagas ES Wibowo bersama segenap warga Kampung Potrosaran, Kota Magelang. Segenap elemen masyarakat pun turut terlibat dalam peringatan kali ini, seperti Ponpes Selamat, SD Kanisius dan SMA 5 Magelang.

‘’Sudah lima tahun kita konsisten mengadakan peringatan HPN. Kami bukan wartawan, tapi kami peduli dan mengapresiasi kerja wartawan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pemberitaan-pemberitaannya,’’ kata Bowo, panggilan akrabnya.

Budayawan ini menerangkan,  tajuk Dharma Warta berlatar belakang kekayaan wartawan berupa berita. Wartawan memiliki kesadaran menyampaikan berita-berita atau pewartaan kepada masyarakat luas.

“Wartawan itu menyampaikan berita secara cuma-cuma. Ini adalah dharmanya seorang pewarta. Maka, kami sebagai pembaca/penonton/pemirsa memiliki kesadaran memberikan penghargaan kepada pers atas dharmanya selama ini,” terangnya. (SMNet.Com/dh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here