Bagikan
Bersamaan dengan penyerahan tiga tersangka kasus tipikor pensertifikatan tanah massal Prona, dilakukan pula penyerahan barang bukti berupa uang pungli, yang dihitung oleh tim JPU bersama Tim penyidik Tipikor Polres Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Camat Tirtomoyo Joko Prihartanto (49) bersama Sekretaris Camat (Sekcam Tirtomoyo Widodo (52) dan Staf Kecamatan Tirtomoyo Nur Kholis (47), ditahan menjadi tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor). Trio pejabat Kantor Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri ini, menjadi tersangka pungutan liar (Pungli) pensertifikatan tanah massal melalui Program Nasional (Prona). Penahanan ketiga tersangka, dilakukan Rabu (6/2) lalu setelah kasusnya dinyatakan P21 dan berkasnya dilimpahkan oleh Polres Wonogiri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri.

Ketiga tersangka tersebut, saat berlangsungnya kegiatan pensertifikatan tanah massal Prona Tahun 2016, masing-masing menjabat sebagai Camat dan Sekcam serta Staf di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Mereka merupakan warga dari Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, warga asal Dusun Cinderejo, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, dan warga Lingkungan Cangkring Kidul, Kelurahan dan Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya Ramadhani, melalui Paur Subag Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, Jumat (8/2), menyatakan, bersama tiga tersangka disertakan pula barang bukti berupa daftar nominatif pemohon pensertifikatan massal melalui Porna dari 11 desa dengan jumlah pemohon sebanyak 2.411 orang, satu buku laporan akhir Prona Tahun 2016 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wonogiri, Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketiga tersangka, SK pengangkatan Camat dan Sekcam Tirtomoyo. Beirkut buku catatan penggunaan uang, buku register PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara), tabel ploting penggunaan uang Pungli, dan uang tunai pengembalian dari 11 Kepala Desa (Kades) berikut perangkat desa sebanyak Rp 361.734.000.-

Terkuaknya kasus kroupsi Prona ini, diawali ketika polisi mendapatkan informasi kalau dalam pelayanan pensertifikatan tanah secara massal melalui Prona tersebut, diwarnai adanya Pungli kepada para pemohon. Berkaitan ini, pada Tanggal 3 Januari 2017 dilakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, menemukan kebenaran adanya Pungli terhadap 2.411 orang pemohon sertifikat tanah. Yang besarnya masing-masing Rp 750 ribu per pemohon, dan itu dilakukan oleh Camat Joko Prihartanto dibantu oleh Sekcam Widodo dan Staf Umum Kantor Kecamatan Tirtomoyo, Nur Kholis. Uang Pungli sebesar Rp 1.808.250.000,- digunakan oleh tersangka sebagai tindakan untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 dan 12 huruf E Undang-Undang (UU) Nomor: 31 Tahun 1990 Juncto UU Nomor: 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor.

Tanggal 19 Mei 2017, penanganan kasus ini ditingkatkan menjadi ke tahap penyidikan, dengan melakukan pemeriksaan terhadap 110 orang saksi dan seorang saksi ahli hukum pidana. Bulan September 2017, dilakukan penetapan terhadap tiga orang tersangka, yakni Joko Prihartanto, Widodo dan Nur Kholis. Tanggal 10 Oktober 2017, penyidik mengirimkan berkas perkara tahap pertama ke Kejari Wonogiri. Tanggal 27 Oktober 2017 berkas dikembalikan karena belum lengkap, dan beberapakali dilakukan penyempurnaan, sampai akhirnya pada Tanggal 7 Januari 2019 berkas perkara ini dinyatakan lengkap atau P21. Kemudian pada Tanggal 6 Februari 2019 dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU, yang disertai penyerahan tiga tersangka untuk ditahan di Rutan Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here